Mantan Presiden FIFA Menyesal Tunjuk Qatar jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022: Itu Kesalahan dan Pilihan Buruk!

Mantan Presiden FIFA Menyesal Tunjuk Qatar jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022: Itu Kesalahan dan Pilihan Buruk!

Piala Dunia Qatar 2022/Ilustrasi--

JAKARTA, FIN.CO.ID- Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter mengaku menyesal menunjuk Qatar sebagai tuan rumah piala dunia 2022.

"Menyerahkan Piala Dunia ke Qatar adalah kesalahan dan pilihan buruk," katanya dilansir fin.co.id dari Reuters, Rabu 9 November 2022.

Blatter mengatakan, keputusannya memilih Qatar sebagai tuan rumah piala dunia karena ada tekanan politik rahasia pada saat dirinya masih duduk sebagai Presiden FIFA. 

BACA JUGA:Paul Pogba Dipastikan Kehilangan Kesempatan Tampil pada Piala Dunia 2022

BACA JUGA:Qatar: Penonton Piala Dunia 2022 Dibebaskan Tes Covid-19

Blatter mengatakan piala dunia 2022 diserahkan ke negara Teluk itu karena tindakan mantan presiden UEFA, Michel Platini, di bawah tekanan dari presiden Prancis saat itu, Nicolas Sarkozy. 

“Bagi saya sudah jelas: Qatar adalah sebuah kesalahan.  Pilihannya buruk," kata Blatter kepada surat kabar Swiss Tages-Anzeiger.  

“Pada saat itu, kami sebenarnya sepakat di komite eksekutif bahwa Rusia harus mendapatkan Piala Dunia 2018 dan Amerika Serikat pada 2022. Akan menjadi isyarat perdamaian jika dua lawan politik lama menjadi tuan rumah Piala Dunia satu demi satu," kata Blatter. 

BACA JUGA:Piala Dunia 2022 di Qatar Akan Menjadi yang Terakhir untuk Lionel Messi

BACA JUGA:Piala Dunia 2022 di Qatar Akan Menjadi yang Terakhir untuk Lionel Messi

Ditanya mengapa Qatar adalah pilihan yang buruk, Blatter tidak menyebutkan masalah hak asasi manusia yang menggantung di turnamen, tetapi mengatakan:  “Ini negara yang terlalu kecil.  Sepak bola dan Piala Dunia terlalu besar untuk itu.”

Blatter mengatakan bahwa rencana FIFA terganggu oleh Michel Platini. Blatter bilang, Platni saat itu sebagai presiden UEFA punya berperan penting dalam mengarahkan empat suara dari negara-negara Eropa ke Qatar, setelah ada tekanan dari Sarkozy.

“Berkat empat suara Platini dan timnya [Uefa], Piala Dunia pergi ke Qatar daripada Amerika Serikat.  Itu kebenarannya, ”kata Blatter. 

 "Platini mengatakan kepada saya bahwa dia telah diundang ke Istana lysée, tempat Presiden Prancis Sarkozy baru saja makan siang dengan Putra Mahkota Qatar," kata Blatter. 

Sumber: