Ribuan Obat Paracetamol Sirup di Seluruh Puskesmas Kota Tangerang Mulai Ditarik Dari Peredaran

Ribuan Obat Paracetamol Sirup di Seluruh Puskesmas Kota Tangerang Mulai Ditarik Dari Peredaran

Petugas Dinkes Kota Tangerang Saat Menarik Obat Sirup Yang Ada di Puskesmas-Rikhi Ferdian untuk FIN.CO.ID-

TANGERANG, FIN.CO.ID -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan penarikan obat-obatan jenis sirup yang ada di seluruh Puskesmas di daerah itu. 

Penarikan obat sirup dari Puskesmas tersebut merupakan tindak lanjut hasil laporan dari BPOM terkait 69 jenis obat yang izin edarnya telah dicabut. 

BACA JUGA:69 Daftar Obat Sirup yang Dilarang Izinnya Sudah Dicabut BPOM

BACA JUGA:Kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang Kembali Melonjak, Dua Pekan Satgas Catat Ada 600 Orang Positif

Penarikan dilakukan oleh UPT Instalasi Farmasi Dinkes Kota Tangerang, pada Selasa 8 November sesuai arahan BPOM. 

"Hari ini, kami mengamankan sebanyak 1.652 paracetamol dan 17.704 antasida. Semuanya merupakan produk dari PT Afi Farma," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Tangerang, dr. Suhendra.

"Obat-obatan ini, kami kumpulkan dari seluruh Puskesmas yang ada di Kota Tangerang dan juga stok yang ada di UPT Instalasi Farmasi ini sendiri," imbuhnya 

Dia melanjutkan, bahwa Dinkes sudah melakukan sidak ke apotek-apotek dan toko obat untuk melakukan karantina obat-obatan yang dilarang dijual.

BACA JUGA:KPU: Jumlah Kursi DPRD Kabupaten Tangerang Pada Pileg 2024 Bertambah Jadi 55 Kursi

BACA JUGA:Begini Kronologi Pembunuhan Sopir Angkot di Tangerang Berdasarkan Hasil Rekonstruksi

Namun, Dinkes tidak dapat melakukan penarikan obat sirup di apotek karena itu merupakan kewenangan BPOM.

"Penarikan itu kewenangannya ada di BPOM. Jadi, kami hanya melakukan pengamanan saja bahwa obat-obat tersebut sudah dikarantina," jelasnya

Dia pun mengimbau kepada masyarakat Kota Tangerang untuk tidak panik dengan adanya kasus gagal ginjal pada anak.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk segera berobat ke fasilitas layanan kesehatan agar mendapatkan obat yang sesuai.

Sumber: