99 Anak Meninggal Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Temukan Jejak Senyawa di Obat Sirop

99 Anak Meninggal Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Temukan Jejak Senyawa di Obat Sirop

Ilustrasi obat batuk sirup.-Shutterstock-

JAKARTA, FIN.CO.ID-- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, sebanyak 206 anak dilaporkan menderita penyakit gagal ginjal akut yang saat ini penyebabnya masih misterius. 

Dari jumlah 206 itu, terdapat sebanyak 99 anak dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan, Kemenkes bersama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menemukan jejak senyawa dalam obat sirop yang diduga menjadi pemicu gangguan ginjal pada anak. 

"Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap sisa sampel obat yang dikonsumsi pasien, sementara ini ditemukan jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan gangguan ginjal akut progresif atipikal ini," kata Syahril dalam keterangannya secara daring, Rabu 19 Oktober 2022.

Namun begitu, Syahril menjelaskan bahwa hingga saat ini penyebab gangguan ginjal yang  menyerang anak-anak itu belum bisa dipastikan. 

Saat ini Kemenkes dan BPOM masih terus menelusuri dan meneliti secara komprehensif termasuk kemungkinan faktor risiko lainnya.

BACA JUGA:BPOM Sebut Obat Sirup Mengandung Etilen Glikol Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut Tidak Beredar di Indonesia

BACA JUGA:Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius di Indonesia Terus Bertambah, Ini Ciri dan Gejalanya

Dia juga menegaskan bahwa penyakit misterius itu tidak terkait dengan virus COVID-19.

Kemenkes juga telah keluarkan instruksi kepada apotek di seluruh Indonesia untuk menghentikan sementara penjualan obat sirop batuk dan demam untuk anak. 

"Kemenkes meminta seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas atau bebas terbatas dalam bentuk cair atau sirop kepada masyarakat sampai hasil penelusuran yang dilakukan Kemenkes dan BPOM tuntas," ujar Syahril.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, penghentian sementara penjualan obat sirup di seluruh apotek ini dilakukan selama investigasi risiko infeksi menyusul munculnya kasus gangguan ginjal akut pada anak.

"Kita terus melakukan investigasi dan melakukan beberapa hal untuk identifikasi kelainan ginjal akut pada anak, salah satunya adalah penyebab infeksi karena obat-obatan," kata Dante di Jakarta, Rabu 19 Oktober 2022.

BACA JUGA:Ini Gejala Gagal Ginjal Akut Pada Anak Menurut Kemenkes, Orang Tua Perlu Waspada!

Sumber: