Gangguan Ini Bikin Anak Suka Menutup kedua Telinga, Bisa Berlanjut hingga Dewasa

Gangguan Ini Bikin Anak Suka Menutup kedua Telinga, Bisa Berlanjut hingga Dewasa

Hyperacusis, Ilustrasi oleh Engin Akyurt dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Apakah Anda memiliki anak yang suka menutupi kedua telinganya? Bisa jadi hal ini disebabkan oleh Hyperacusis.

Hyperacusis adalah kondisi di mana telinga anak-anak terlalu peka akan suara yang ia dengar di sekitarnya.

Ketika mendengar suara yang bising atau suara bernada tinggi, secara otomatis anak-anak akan menutup kedua telinga mereka sebagai respon.

Hyperacusis terjadi pada anak sebelum usia sekolah, dan umumnya akan hilang seiring pertambahan usia.

Akan tetapi pada kasus tertentu, hyperacusis bisa bertahan hingga mereka tumbuh dewasa.

Anak yang hyperacusis ini umumnya akan mengalami kecemasan atau kerap menghindar dari tempat atau aktivitas yang berurusan dengan kebisingan.

Adapun beberapa suara yang umumnya mengganggu penderita hyperacusis adalah seperti suara mesin mobil, penyedot debu, suara air mengalir, suara orang mengunyah, anjing menggongong hingga suara musik.

Sensasi yang dirasakan penderita hyperacusis saat mendengar suara bising adalah seperti rasa sakit yang menusuk telinga, rahang atau leher.

Mereka juga mengeluhkan telinga yang kesemutan hingga telinga yang terasa mampet.

Ada beberapa jenis terapi yang biasanya digunakan ahli untuk mengatasi hyperacusis, di antaranya seperti terapi perilaku kognitif, terapi tinnitus dan desentisiasi suara.

Telinga Sakit seperti Kemasukan Air

Anda tengah mengeluhkan sakit telinga dan rasanya seperti kemasukan air layaknya orang habis berenang.

Menurut ahli, hal ini bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu.

Selain karena habis bepergian dengan pesawat terbang, sakit telinga seperti kemasukan air bisa disebabkan oleh beberapa jenis kondisi.

“Nyeri bagai kemasukan air yang Anda rasakan di telinga mungkin juga menandakan kondisi lain, seperti otitis eksterna, otitis media,” kata dr. Nadia Nurotul Fuadah seperti dikutip FIN dari Alodokter.

“(Kondisi lain seperti) gendang telinga pecah, tinnitus, disfungsi tuba Eustachius, sakit gigi, migrain, gangguan sendi rahang, dan banyak lagi kemungkinan lainnya,” tambanya.

Untuk mengatasi telinga yang sakit seperti kemasukan air, dr. Nadia Nurotul Fuadah menyarankan Anda untuk melakukan gerakan tertentu melibatkan mulut.

“Lakukan gerakan mengunyah, misalnya dengan mengunyah permen karet bebas gula,” kata dr. Nadia menyarankan.

Selain itu, Anda bisa memberikan kompres hangat pada telinga yang Anda keluhkan terasa sakit.

Dr. Nadia juga melarang Anda memasukan air atau mengorek telinga untuk meredakan sakit yang sedang terjadi.
 
“(Selain itu) jauhi suara bising (dan) minum paracetamol untuk meringankan nyeri jika perlu. Bila keluhan belum membaik juga, segeralah periksa ke dokter atau dokter THT terdekat ya,” tutupnya.


Sumber: