Pentingnya Menahan Diri bagi Anda yang Menggunakan Media Sosial

Pentingnya Menahan Diri bagi Anda yang Menggunakan Media Sosial

Ekspresi berlebihan saat Bermedsos, Image oleh Sanna Jågas dari Pixabay--

MAKASSAR, FIN.CO.ID - Anda pastinya sudah tidak asing dengan ucapan Uncle Ben di komik dan film Spider-Man.

Kepada Peter Parker, Uncle Ben mengatakan bahwa “With great power comes great responsibility”.

Hal ini juga kurang lebih berlaku pada kita yang menggunakan teknologi, seperti salah satunya media sosial.

Mengapa, dengan menggunakan medsos berarti ada juga tanggung jawab kita sebagai pengguna dalam berprilaku di jagat maya.

Menurut dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung Rita Gani, penting bagi para pengguna media sosial di luar sana tau batasan mereka akan penggunaan teknologi ini, dengan menyadari tanggung jawab mereka sebagai netizen.

Menahan diri dalam berekspresi, kata Rita Gani, adalah tanggung jawab yang dimaksudkan di sini.

"Sebaiknya kita perlu menahan diri dalam berekspresi di media sosial karena memang ada batasannya,” kata Rita Gani dalam sebuah keterangan pers, via ANTARA.

Pernyataan itu disampaikan Rita saat berbicara dalam webinar bertema “Etika Penyampaian Opini & Kritik di Ruang Digital” di Makassar, Sulawesi Selatan.

Webinar itu digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Gita mengatakan perkembangan teknologi digital saat ini tumbuh begitu pesat. Pengguna internet di Indonesia pada awal 2022 tercatat sebanyak 210 juta pengguna atau sekitar 77 persen dari populasi Indonesia.

Namun, tingginya penetrasi penggunaan internet di Indonesia menyisakan masalah, salah satunya adalah ekspresi di dunia digital yang berlebihan.

“Hal yang berlebihan itu mencakup komentar, maupun memposting segala sesuatu, bahkan yang sifatnya pribadi sekalipun di media sosial," kata dia.

Baca juga: Akademisi ingatkan pentingnya hormati keberagaman di dunia digital

Rita mengatakan, ketika seseorang tak mampu menahan diri, kerap kali apa yang disampaikan di media sosial berujung pada masalah.

Dia mencontohkan cara memberi kritikan pada pihak lain di media sosial yang buruk, seperti menggunakan kata kasar atau memaki yang berpotensi disomasi.

Kritik, menurut dia, tidaklah terlarang, tetapi sebaiknya diberikan dengan cara yang positif dan konstruktif. Cara menyampaikan kritik di media sosial bisa diawali dengan pernyataan maaf, lalu menyebutkan hal-hal yang dirasa sudah baik.

"Kemudian, kritiklah pada hal-hal yang konkret dan bisa diperbaiki. Hindari pernyataan yang bersifat asumsi dan tambahkan kata-kata motivasi,” ucapnya.

Apa Jadinya Dunia tanpa Medsos

Media sosial atau medsos adalah sesuatu yang tidak terlepas dari kehidupan manusia modern.

Namun pertanyaannya, apa rasanya jika dunia ini tanpa medsos di keseharian kita?

Anda sendiri mungkin sudah lupa, apa rasanya hidup tanpa harus buka-buka hp, untuk mengecek Facebook, Twitter, Instagram dan sejenisnya.

Well, inilah yang coba dijawab para ahli lewat sebuah studi, yang melibatkan pengguna medsos dalam prosesnya.

Dari situ, ditemukan bahwa 25 persen partisipan mengaku merasakan efek negatifnya, hidup tanpa akses media sosial.

Namun 53 persen lainnya mengaku bahwa break sementara dari medsos, menawarkan manfaat sehat terhadap kesehatan mental mereka.

Sementara menurut sebuah studi tahun 2018, menurunnya penggunaan medsos dikaitkan dengan peningkatan depresi dan kesendirian.

Berbeda lagi dengan survei ExpressVPN yang menemukan bahwa 86 persen pengguna medsos AS, yang mengaku dampak negatif media sosial terhadap kebahagiaan mereka.

Antara 79 persen dan 83 persen dari 1.500 partisipan, mengaku jika kecemasan, kesendirian dan depresi adalah beberapa efek yang ditimbulkan dari penggunaan medsos.

Sementara menurut studi 2022 yang dilakukan oleh tiga negera berbeda, ditemukan bahwa mereka yang menggunakan medsos untuk urusan entertainment, adalah mereka yang merasakan efek terburuk medsos terhadap kesehatan mentalnya.

Demikian apa jadinya jika dunia tanpa medsos, seperti dilansir dilansir Healthline.

Sumber: