4 Penyakit yang Mudah Menyerang Anak saat Musim Hujan selain Flu

4 Penyakit yang Mudah Menyerang Anak saat Musim Hujan selain Flu

Ilustrasi anak sakit demam, Image oleh more photos boosty.to/victoria_art_music dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Musim hujan kerap dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan, terlebih pada anak-anak.

Punya sistem kekebalan yang bekerja belum sebaik orang dewasa, membuat anak rentan sakit saat musim hujan.

Dan jika musim hujan kerap dikaitkan dengan flu, sC

BACA JUGA:Pengungsi Rawan Terserang Diare

Berikut daftar penyakit yang mudah menyerang anak saat musim hujan, selain flu tentunya, seperti dikutip dari Alodokter:

1.    Diare
Tanda anak Anda kena diare adah ketika durasi buang air besar mereka adalah lebih dari tiga kali dalam sehari, dan tinjanya pun memilik tekstur cair.

Anak yang diare disebabkan oleh menyusupnya bakteri atau virus melalui makanan, yang disentuh dengan tangan yang kotor.
Bisa jadi karena sumber air yang menjadi kotor saat musim hujan, atau tangan yang kotor saat becek-becekan di luar, dapat menjadi penyebabnya.

2.    Demam berdarah dengue (DBD)
DBD disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Tingginya curah hujan dapat mendukung para nyamuk kecil ini untuk berkembang biar lebih banyak, menjelaskan DBD sering ditemukan saat musim hujan.

3.    Tipes
Tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi, jenis bakteri yang mudah sekali berkembang di dalam air banjir, atau pada makanan yang tidak diolah matang atau tidak higienis.
 
4.    Leptospirosis
Penyakit Leptospirosis ini menurut ahli ditularkan lewat sentuhan langsung dengan air banjir, atau air genangan hujan yang sudah terkontaminasi air kencing hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira.

Beberapa jenis kencing hewan yang dimaksud di sini mulai dari hewan peliharaan hingga hewan ternak, seperti kencing tikus, anjing, sapi juga babi.

Gejala awal anak kena Leptospirosis adalah seperti demam, menggigil, nyeri otot, kepala pusing, muntah-muntah dan diare.

Jika Bayi Diare seperti Ini, Jangan Lagi Tunda untuk Bawa ke Dokter

Anda adalah orang tua yang tengah mengeluhkan diare pada bayi Anda saat ini?

Masalahanya, Anda tidak bisa menentukan apa penyeba diare pada bayi kecil Anda.

Well, kasus diare pada bayi menurut dr. Arrum Putri Amalia, umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau parasit pada saluran cerna mereka.

"Pada bayi yang belum makan MPASI, maka penyebab diare bisa didapati dari penyajian susu formula yang kurang higienis," kata dr. Arrum Putri Amalia seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Namun jika bukan karena di atas, penyebab diare pada buah hati, lanjut dr. Arrum, bisa jadi disebabkan oleh sang ibu itu sendiri.

"Karena makanan yang dikonsumsi ibu yang dapat menyebabkan anak alergi seperti susu sapi, makanan yang mengandung gas, makanan pedas, atau makanan dan minuman dengan kandungan kafein tinggi," jelasnya.

Berapa Lama Bayi Pulih dari Diare

Pada kasus diare yang disebabkan infeksi virus, kata dr. Arrum, umumnya membutuhkan waktu kurang dari seminggu, bagi bayi untuk kembali pulih.

"Umumnya (diare akibat infeksi virus) dapat sembuh dengan sendirinya dalam 3-5 hari, seiring dengan asupan cairan yang cukup," ungkap dia.

Akan tetapi, orang tua diminta untuk memperhatikan konsumi makanan dan kualitas ASI mereka, dan menghindari makanan tertentu penyebab diare yang disebabkan alergi.

Kapan Harus ke Dokter jika Bayi Anda Diare?

Menurut dr. Arrum Putri Amalia, bayi yang dehidrasi, muntah,lesu, dengan warna feses hitam, apalagi sampai berdarah atau berlendir, untuk tidak lagi menunda kunjungan ke ruang dokter.

"(Jika bayi juga) tampak kesakitan, demam, dan tidak mau menyusu, maka sebaiknya segera periksakan bayi anda ke dokter, agar dapat diberikan penanganan lebih lanjut," sarannya.

Sumber: