Tumbuh Benjolan di Bawah Dagu, Penyebabnya dari Lipoma hingga Kista

Tumbuh Benjolan di Bawah Dagu, Penyebabnya dari Lipoma hingga Kista

Benjolan di Bawah Dagu, Image Image oleh Klaus Hausmann dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Anda mengeluhkan benjolan yang muncul di bawah dagu, perlukah Anda khawatir?

Well, menurut dr. Riza Marlina, benjolan yang muncul di bawah dagu ini bisa disebabkan oleh beberapa masalah seperti salah satunya, pembengkakan kelenjar getah bening.

Selain karena pembengkakan kelenjar getah bening, benjolan yang muncul di bawah dagu bisa disebabkan oleh kista, lipoma atau juga karena abses.

BACA JUGA:Ada Benjolan Kecil di Bawah Lidah, Penyebabnya Mulai dari yang Ringan hingga Serius

Untuk menentukan apa yang menyebabkannya, Anda disarankan untuk memeriksa langsung kondisi Anda ke dokter.

“Di atas adalah beberapa kemungkinan penyebab yang bisa saja dialami. Untuk memastikan sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut secara langsung ke dokter agar dapat diperiksa,” kata dr. Riza Marlina seperti dikutip FIN dari Alodokter.

“Dengan menggali keluhan yang dialami, melihat dan menyentuh benjolan serta melakukan pemeriksaan lebih lanjut, jika diperlukan seperti cek darah dan biopsi, dengan begitu dapat dipastikan kemungkinan penyebabnya, dan dapat diberikan penanganan yang tepat sesuai penyebab yang mendasari,” terangnya.

Untuk meredakan benjolan di bawah dagu ini, dr. Riza Marlina menyarankan penggunaan kompres hangat pada area yang bengkak.

Anda juga bisa menggunakan obat pereda nyeri seperti paracetamol, untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan benjolan di bawah dagu ini.

“(Jangan lupa) konsumsi air putih yang cukup. Dan jika keluhan tak kunjung membaik dan semakin membesar, sebaiknya untuk Anda menemui dokter secara langsung saja agar diberikan obat yang lebih tepat,” tutupnya.

Benjolan di Punggung

Anda menyadari adanya benjolan berisi lemak di bagian punggung Anda.

Yang membuat Anda khawatir adalah, bahwa ukuran benjolan di punggung itu tadinya kecil, namun kini semakin membesar.

Yang lalu menjadi pertanyaan Anda adalah, apakah benjolan di punggung seperti ini berbahaya atau nantinya akan hilang dengan sendirinya?

Menurut pendapat ahli, benjolan yang tumbuh di punggung dan berisikan lemak itu, bisa jadi pertanda tumor.

“Benjolan yang berisikan lemak dapat menjadi tanda suatu tumor baik tumor jinak atau tumor ganas,” kata dr. Riska Larasati seperti dikutip FIN dari Alodokter.

“Pada tumor jinak merupakan suatu lipoma, sedangkan tumor ganas merupakan liposarkoma. Bila merupakan suatu tumor ganas, (maka benjolan) tersebut merupakan suatu kondisi yang berbahaya,” ungkapnya

Namun dalam menentukan jenis tumor ini, lanjut dr. Riska Larasati, tidak bisa dilakukan secara mandiri karena membutuhkan penilaian ahli.

“Untuk membedakannya perlu dilakukan pemeriksaan dokter.

Pemeriksaan yang dilakukan berupa wawancara keluhan terkait progresivitas dari benjolan, misalnya cepat bertambah besar, kemudian terfiksasi pada kulit, disertai dengan nyeri dan sebagainya”.

Jika tumor jinak, lanjut dr. Riska Larasati, maka dokter bisa

mengatasinya dengan mengangkan benjolan lewat proses operasi.
“Maka sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter bedah untuk mengetahui lebih lanjut,” tutupnya.

Benjolan di Dada yang Membesar

Menurut medis, benjolan pada buah dada bisa jadi lesi hipoechoic. Benjolan ini sendiri umumnya menurut pendapat ahli, adalah benjolan yang mengarah ke tumor jinak.

Menurut dr. Riza Marlina, ada beberapa lesi jinak yang muncul di buah dada. Selain fibroadenoma mammae, ada juga kista payudara dan penyakit fibrokistik.

Pada usia remaja, kondisi ini lebih sering dikaitkan dengan fibroadenoma mammae. Penyebab dari fibroadenoma mammae menurut dr. Marlina, disebabkan karena aktivasi hormon tertentu, dalam hal ini estrogen.

Pada kasus fibroadenoma mammae, kata dr. Riza Marlina, seringkali tidak memerlukan penangan khusus.

Pada banyak kasus menurut dr. Marlina, fibroadenoma mammae bisa dengan sendirinya mengecil. Hal ini lanjut dia, ada kaitannya dengan penurunan kadar hormon wanita menuju menopause.

Akan tetapi lanjut dia, pada kasus ibu hamil, ukuran fibroadenoma mammae memang diakui bisa membesar, meski pada akhirnya kembali mengecil begitu hormon kembali normal.

Meski begitu, kondisinya bisa berbeda jika ukuran dari fibroadenoma mammae justru membesar. Jika dibarengi dengan rasa nyeri dan membuat kecemasan, selain ada riwayat kanker di keluarga, maka tindakan operasi terkadang tak terhindarkan.


Sumber: