Sudahkah Anda Sehat Jiwa? Ini Kriterianya

Sudahkah Anda Sehat Jiwa? Ini Kriterianya

Sehat Jiwa, Ilustrasi oleh Pexels dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID – Ketika ditanya soal jiwa yang sehat, kebanyakan orang mungkin akan mengaitkan kondisi ini dengan bahagia.

Padalah menurut spesialis kedokteran jiwa dr. Jiemi Ardian, SpKJ, sehat jiwa itu bukan cuma soal kebahagiaan saja.

Orang yang sehat jiwanya itu kata dr. Jiemi Ardian memiliki kriteria, selain bahagia tentunya, adalah orang yang mampu mengatasi tekananan hidup, selain juga mampu memberikan kontribusi nyata pada masyarakat.

"Sehat jiwa adalah keadaan sejahtera secara mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuan mereka, bekerja dan belajar dengan baik, dan mampu berkontribusi pada komunitas”.

Dr. Jiemi Ardian juga menambahkan bahwa bahagia bukanlah sesuatu hal harus selalu konsisten, atau mesti dirasakan setiap saat.

“Tidak ada harus selalu bahagia. Jadi, lebih kepada keseluruhan kehidupan, bukan sekadar perasaan (bahagia)." kata Jiemi dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, via ANTARA.

Sudahkah Anda bahagia? Jika belum, Anda mungkin ingin mencoba untuk bahagia mulai dari sekarang, dan untuk alasan di bawah ini.

Alasan Mengapa Kebahagiaan Itu Menyehatkan

Ada alasan mengapa kebahagiaan itu adalah bagian dari hidup yang sehat.  

Menurut pakar hal itu terkait dengan efek yang diberikannya terhadap tubuh manusia.  

“Beberapa studi menunjukan bahwa kebahagiaan dan kenikmatan hidup, dapat menurunkan risiko masalah kesehatan,” kata Susan Damico, MA, seperti dikutip FIN dari Prevention.  

Adapun beberapa masalah kesehatan  yang dimaksudkan Damico, adalah seperti masalah jantung dan hipertensi, selain manfaatnya terhadap sistem kekebalan tubuh.  

Tidak hanya itu, mereka lebih bahagia dan menikmati hidup mereka, dilaporkan punya umur yang lebih panjang dibandingkan mereka yang tidak demikian.  Temuan ini dirilis para peneliti pada Journal of Happiness Studies

Kebahagiaan Tidak Selamanya Baik

Kebahagiaan adalah salah satu kunci bagi seseorang, untuk mencapai usia yang panjang.

Akan tetapi, tidak selamanya kebahagiaan ternyata baik untuk kesehatan.

Dinamakan “happy heart syndrome”, kondisi ini memiliki ciri-ciri, kurang lebih seperti mereka yang mengalami broken heart syndrome akibat patah hati.

Serangan jantung yang persentase kejadiannya tidak terlalu tinggi ini, seperti dilansir WebMD, dapat terjadi dibanyak momen.  

Pesta pernikahan, pesta yang melibatkan kejutan, kelahiran cucu, hingga momen seperti merayakan kemenangan tim sepakbola (olahraga) kesayangan.

Adapun mereka yang tercatat mengalami happy heart syndrome, adalah mereka dengan usia rata-rata di atas 70 tahun.

Sumber: