Agar Gak Kena Diabetes Melitus, dr. Debora: Minum Es Teh Lebih Baik tanpa Gula

Agar Gak Kena Diabetes Melitus, dr. Debora: Minum Es Teh Lebih Baik tanpa Gula

Es Teh Manis, Image oleh StockSnap dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Es teh manis memang enak, apalagi diminum saat cuaca sedang panas, atau sehabis beraktifitas berat yang menguras tenaga.

Di Indonesia sendiri, es teh manis sangat mudah di dapat, mulai dari warung hingga kafe menyediakannya sebagai menu.

Namun yang tidak disadari banyak orang adalah kandungan gula yang tinggi pada es teh manis yang mereka minum.

Bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan, seorang pakar kesehatan menganjurkan orang untuk minum es teh namun kalau bisa tanpa menggunakan gula.

"Sebenarnya es teh tawar tanpa gula boleh dikonsumsi, minuman jenis apa saja kalau dengan gula banyak, diimbau jangan," kata dr. Debora Sarah Annetta, via ANTARA.

Adapun masalah kesehatan yang disebabkan minum es teh manis ini, apalagi yang gulanya segambreng, adalah mengkhawatirkan.

Menurut dr. Debora Sarah Annetta seringnya seseorang merasa haus dan buang air kecil, adalah salah satu efeknya.

Tidak berhenti di situ, pandangan yang terasa kabur adalah efek samping minum-minuman yang tinggi gula, salah satunya es teh manis.

Ketika tidak terkendali, maka konsumsi gula berlebihan ini, lanjut dr. Debora, akan berujung menjadi diabetes melitus atau diabetes tipe 2.

Mereka yang terkenda diabetes tidak akan pernah kembali normal, dan hanya bisa mengendalikan kondisinya lewat kontrol gula darah.

"Ke dokter agar bisa diatur konsumsi obat-obatannya, baik dosis dan jenis obatnya, jika perlu akan disarankan pakai insulin," tutup dr. Debora Sarah Annetta.

Anda salah satu penikmat es teh manis? Mungkin ingin berpikir lebih dua kali setelah membaca artikel ini.

Dan ingat, bahwa kondisi ini sifatnya permanen dan tidak akan pernah dapat disembuhkan.

Cara Suntik Insulin yang Benar agar Tidak Menyakitkan

Berikut cara penggunaan insulin yang benar, agar terhindar dari rasa sakit, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber:

1. Jangan menggunakan insulin tepat setelah Anda mengeluarkannya dari lemari pendingin. Tunggu beberapa saat biar suhu insulin naik mengikuti suhu ruangan.  

2. Sebelum menyuntikan jarum, cubit dan tahan bagian tubuh Anda, di mana banyak lemak berada, lalu suntikan jarum insulin di antara lemak yang Anda cubit tadi, sebelum melepas cubitan Anda.

3. Pilihlah ukuran jarum suntik yang tipis. Semakin tipis, semakin kecil risiko rasa sakit yang disebabkannya.

4. Pilih ukuran jarum yang pendek, guna menghindari jarum masuk hingga ke dalam otot. Ketika insulin masuk ke otot dan bukan lemak, reaksinya pun tidak akan sama terhadap tubuh.  

5. Pelajari bagian tubuh mana yang bisa Anda gunakan, untuk menginjeksi insulin, bagian perut adalah yang paling cepat menyerap insulin, ketimbang lengan dan paha.

6. Penggunaan insulin pen adalah opsi yang paling praktis.

7. Menggunakan wipe alkohol di atas lokasi injeksi, dapat mengurangi iritasi saat penyuntikan.

8. Gunakan  jarum yang baru. Jarum lama dan tumpul, dapat menyebabkanrasa sakit dan meningkatkan risiko infeksi.

Sumber: