PDIP Jelaskan Wajah Puan Maharani yang Terlihat Kesal Saat Bagi-Bagi Kaos

PDIP Jelaskan Wajah Puan Maharani yang Terlihat Kesal Saat Bagi-Bagi Kaos

Ketua DPR RI Puan Maharani-metrotv news-tangkapan layar youtube

JAKARTA, FIN.CO.ID- Wajah Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bidang Politik dan Keamanan, Puan Maharani jadi sorotan di media sosial saat membagi-bagi kaos kepada warga di salah satu daerah di Jawa Barat. 

Sebab, pada saat membagi-bagi kaos kepada warga, wajah Puan terlihat kesal dan tidak ada senyumnya. 

Di media sosial, netizen riuh dengan ekspresi wajah ketua DPR RI itu. 

Menanggapi hal tersebut, politikus PDIP, Said Abdullah mengatakan, apa yang terlihat melalu video yang beredar bukan ekspresi kekesalan oleh Puan Maharani. 

BACA JUGA:Duo Capres Airlangga-Puan Bertemu Pekan Depan

BACA JUGA:Yan Harahap Soroti Puan Maharani yang Bagikan Kaos ke Masyarakat: Kayak Ngajak Berantem?

"Kalau mbak Puan itu tidak humble, seakan-akan mukanya Mbak Puan tidak merakyat, kemudian untuk apa kira-kira mbak Puan turun ke bawah. Padahal Mbak ingin turun ke bawah, kan tentu selain tugas-tugas beliau juga ingin tahu apa sih sesungguhnya yang diiinginkan oleh masyarakat, harapan masyarakat terhadap pemerintah," ujar Said Abdullah Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa 27 September 2022.

Said menerangkan Puan selalu mendapatkan pengaman sebanyak dua lapis saat turun menemui masyarakat.

Menurutnya, pengamanan Puan di lapis pertama hanya bertugas menjaga dan tidak memegang kaos.

BACA JUGA:Viral Video Puan Maharani Lempar Kaos ke Masyarakat, Ekspresinya Jadi Sorotan

BACA JUGA:Ernest Prakasa Nyindir Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin: Pura-pura Merakyat aja Gagal Total

"Mbak Puan itu setiap turun ke bawah, biasanya ada yang mengiringi Mbak Puan, kemudian ada ring 2 juga. Nah, di ring 1 itu, biasanya hanya ngamanin Mbak Puan tapi tidak pegang kaus, yang megang kaus biasanya kami-kami ini," kata Said. 

Said melanjutkan, situasi yang terjadi saat Puan turun di daerah di Jabar terjadi sebaliknya. 

Menurutnya, pribadi (walpri) ternyata ikut memegang kaus yang hendak dibagikan kepada masyarakat. Said berkata, hal kemudian membuat Puan keget.

Sumber: