Sudah Tidur tapi Badan Masih Lelah, Lesu dan Susah Konsentrasi? Ini Nama Kondisinya Menurut Dokter

Sudah Tidur tapi Badan Masih Lelah, Lesu dan Susah Konsentrasi? Ini Nama Kondisinya Menurut Dokter

Badan Gampang Lelah, Image oleh StockSnap dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Namanya letargi, kondisi ini membuat tubuh penderitanya terasa lelah, dan rasa lelahnya itu tidak hilang meski sudah tidur atau beristirahat.

Mereka yang letargi juga mengeluhkan kondisi lain seperti mengantuk, lesu, dan susah untuk konsentrasi.

Letargi menurut ahli, via Alodokter, disebabkan oleh gangguan yang terjadi pada fisik juga psikologis seseorang.

(BACA JUGA:Jenis Suplemen untuk Mengatasi Badan yang Gampang Lelah)

Karena tubuh terasa lelah, mengantuk dan lesu, letargi menyebabkan penderitanya punya gerakan tubuh yang lambat.

Hal inilah yang menjelaskan mengapa penderita letargi sulit menjalani aktivitas atau pekerjaan sehari-hari.

Akibat letargi, penderitanya jadi punya gangguan mood, yang ditandai dengan perubahan suasana hati, mudah jenuh, gelisah dan linglung.

Pada anak-anak, letargi akan membuat mereka jadi kurang aktif, punya masalah napsu makan, ogah menyusu, enggan bermain dan lainnya.

Pada kasus letargi yang disertai nyeri dada, kelumpuhan anggota gerak tubuh, perubahan berat badan, sakit kepala berat, hingga demam, kejang dan koma, perlu mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Penyakit Lain Sebabkan Orang Kelelahan

Berdasarkan temuan studi, sindrom kelelahan kronis dapat penyebabkan kondisi seperti tubuh lelah dan cekat-cekot.

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti virus, masalah pada sistem kekebalan tubuh, stress, selain juga karena ketidak seimbangan hormon.

Menurut ahli, sindrom kelelahan kronis dapat menimpa siapa saja. Sementara menurut CDC, wanita 4 kali lebih rentan terkena SKK dibandingkan kaum pria.

Ada pun ciri yang spesifik ditunjukan oleh mereka yang menderita sindrom kelelahan kronis, menurut Prevention, adalah meliputi:

Gangguan tidur
80 persen penderita SKK melaporkan gangguan tidur. Meski mereka kelelahan, namun tetap kesulitan untuk memejamkan mata. Atau ketika terbangun dari tidur, sulit untuk kembali terlelap.

Sulit berdiri tegak
SKK dapat menyebabkan penderitanya kesulitan untuk berdiri tegak. Meski belum dapat dijelaskan secara gamblang, para ahli berpendapat bahwa SKK dapat menyebabkan intoleransi orthostatic, yang mempengaruhi penurunan aliran darah pada otak.

Sulit fokus
Selain kelelahan yang teramat sangat, salah satu gejala lainnya adalah mudah lupa, sulit fokus dan sangat mudah sekali teralihkan hal lain.

Badan nyeri
Para penderita SKK melaporkan munculnya rasa sakit seperti pada kepala, persendian, otot dan bahkan tenggorokan. Rasa nyeri ini tidak ditandai dengan ruam atau pembengkakan.

Sumber: