Garap Proyek Rusun dan Jalan Tol di IKN, WIKA Kantongi Nilai Kontrak Rp 1,1 Triliun

Garap Proyek Rusun dan Jalan Tol di IKN, WIKA Kantongi Nilai Kontrak Rp 1,1 Triliun

Desain Istana Negara di IKN Nusantara.-Kemenparekraf-

JAKARTA, FIN.CO.ID -- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA ikut andil dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. 

Tercatat WIKA mengantongi kontrak senilai Rp 1,1 triliun, dari dua proyek di IKN yaitu proyek rusun untuk pekerja dan juga proyek pembangunan jalan tol. 

(BACA JUGA:Waskita Dapat Kontrak Garap Kawasan Pertambangan Amman Mineral di NTB Senilai Rp 262 Miliar)

(BACA JUGA:Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 Dimulai, Jasa Marga Targetkan Rampung Kuartal I-2024)

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito, mengatakan pihaknya masih akan melihat peluang-peluang lain dari proyek IKN untuk bisa dimenangkan tendernya. 

"Angkanya (kontrak) kurang lebih Rp1,1 triliun untuk dua proyek yang pertama tol, dan kedua adalah rumah untuk pekerja, yang menggunakan modular," ujar Agung dalam public expose virtual, Selasa 13 September 2022. 

Seperti diketahui, di IKN akan dibangun jalan bebas hambatan sepanjang 7,3 km yang membentang dari kota Balikpapan ke Kabupaten Penajam Paser Utara. Dia berharap kontrak-kontrak baru itu bisa diperoleh perseroan baik di IKN atau di wilayah lainnya.

"Tahun 2022 dimulai dari pembangunan IKN, kami optimistis kebangkitan lain juga akan cukup besar, baik dari kementerian lain atau BUMN lain, bahkan swasta. Sehingga kami yakini kontrak yang akan didapat bisa dipenuhi, ini momentum bagi bisnis konstruksi WIKA," paparnya.

(BACA JUGA:Jokowi Segera Meresmikan Dua Ruas Tol Baru di Jabodetabek)

(BACA JUGA:Preservasi Jalan Siligita-Kempinski Bali Untuk G20 Terkendala Kabel Utilitas, Menteri PUPR Turun Tangan)

Terkait dengan target kontrak baru yang akan diperoleh perseroan hingga akhir tahun ini tercatat Rp 39 triliun, dan hingga saat ini total raihan kontrak baru mencapai Rp 18 triliun.

"Tahun ini merupakan momentum kebangkitan dari bisnis konstruksi setelah lebih dari 2 tahun kita terkena pandemi, sehingga mengakibatkan produksi kami cukup rendah karena Covid, tetapi pasar juga sangat sedikit," tuturnya. 

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hari ini menandatangani kontrak pekerjaan pembangunan infrastruktur dasar Ibu kota Negara (IKN) Nusantara TA 2022 senilai Rp 5,321 Triliun. 

Penandatanganan itu sekaligus menandai babak baru pembangunan IKN Nusantara Tahap 1, yang merupakan bagian dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). 

Sumber: