Eks Waketum Gerindra Beri Respons Menggegerkan Pasca Jokowi Resmi Naikkan Harga BBM

Eks Waketum Gerindra Beri Respons Menggegerkan Pasca Jokowi Resmi Naikkan Harga BBM

Eks Waketum Gerindra Arief Poyuono.-Screenshot YouTube/Najwa Shihab-

JAKARTA, FIN.CO.ID - Eks Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono beri respons menggegerkan pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi naikkan harga BBM.

Arief Poyuono menyampaikan hal tersebut melalui unggahan lewat akun media sosial Twitter pribadinya yang bernama @bumnbersatu.

Eks Waketum Partai Gerindra itu diketahui kerap aktif dalam menggunakan platform tersebut untuk menyampaikan opini pribadinya.

Kali ini Arief Poyuono ikut berkomentar terhadap langkah Presiden Jokowi yang resmi menaikkan harga BBM per 3 September 2022.

(BACA JUGA:BLT BBM Bisa Membuat Rakyat Candu)

"Sebenarnya harga BBM tidak naik loh. Cuma akibat kangmas @jokowi tidak bisa menurunkan kurs USD dikisaran 10rb ya jadi harga BBM jadi naik," jelas Arief.

Lebih lanjut, Arief Poyuono ini juga membandingkan ketika harga BBM masih kisaran 1.000 sampai 1.500 per liter dimana kurs USD masih rendah.

"Dulu waktu harga BBM 1000 -1500/L kurs USD masih dibawah 2 ribu rupiah, terus melemah kurs rupiah juga akibat hutang negara yang makin bertambah," kata Arief.

Selain itu eks Waketum Partai Gerindra ini turut menyinggung harga BBM era Orba dan setelah reformasi kebijakan Orba jadi penguasa ekonomi nasional.

(BACA JUGA:Gegara Temani Luhut ke Bantargebang, Plt Wali Kota Bekasi Akui Terlambat Temui Pendemo Tolak Naiknya BBM)

"Akibat kebijakan Orba, BBM setelah Reformasi sudah enggak bisa lagi disubsidi negara dan dari Orba lahir oligarki-oligarki penguasa ekonomi nasional," tulis Arief Poyuono.

"Hingga sampai saat ini sangat kuat pengaruhnya terhadap politik Indonesia. @jokowi saja tidak mampu mampu melawan oligarki tersebut," sambungnya.

Bahkan Arief Poyuono merasa bahwa langkah pemerintah pasca menaikkan harga BBM tak jauh beda dengan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Program penanganan kenaikan BBM kepada masyarakat, enggak jauh beda dengan zaman SBY, kasih BLT," imbuh Arief.

Sumber: