Perut Kosong tapi Minum Kopi, Ini Daftar Efek Sampingnya

Perut Kosong tapi Minum Kopi, Ini Daftar Efek Sampingnya

Kopi, Image oleh fancycrave1 dari Pixabay --

JAKARTA, FIN.CO.ID - Siapa sih yang bisa menolak pesona kopi, apalagi jika Anda memang pada salah satu yang hobi menyeruputnya.

Bahkan dalam keadaan perut kosong pun, sulit bagi pecinta kopi untuk tidak menikmatinya.

Padahal, minum kopi dengan perut kosong itu sangatlah tidak dianjurkan, jika diihat dari sisi medis.

(BACA JUGA:Agar Aman, Ini Batasan Minum Kopi untuk Penderita Darah Tinggi Menurut Dokter)
 
Alasannya menurut ahli, via Halodoc, adalah bahwa minum kopi saat perut sedang kosong bisa memicu beberapa masalah pencernaan.

Mual, mulas, maag hingga yang namanya IBS adalah beberapa efek samping yang disebabkan oleh minum kopi saat perut dalam keadaan kosong.
 
IBS sendiri merupakan sebuah kondisi di mana sistem pencernaan bermasalah, yang lalu menyebabkan diare, keram dan kembung yang berkepanjangan.

Adapun penyebab masalah pencernaan akibat minum kopi saat perut kosong ini, disebabkan oleh rasa pahit pada kopi.

Rasa pahit ini menurut ahli, menyebabkan peningkatan pada produksi asam lambung. Dan ketika asam lambung meningkat dan perut tidak diisi makanan, maka efeknya adalah iritasi pada lapisan perut.

Di luar itu, mereka yang sensitif terhadap kafein juga bisa mengalami gangguan perncernaan setelah meminum kopi.

Tidak peduli sudah makan atau belum, mereka yang sensitif kafein akan mengeluhkan masalah pencernaan usai meminumnya.

Penyebab IBS selain karena Minum Kopi

Penyebab IBS belum bisa dipastikan, akan tetapi para ahli meyakini jika beberapa faktor di bawah ini bisa jadi pemicunya:

•    Makan makanan yang memiliki kandungan gluten, sejenis protein yang terdapat dalam gandum, gandum hitam dan jeli.
•    Makan makanan yang sulit dicerna. Ada sejenis karbo yang dinamakan FODMAP, biasanya ditemukan pada apel, manga, pir, semangka, asparagus, kubis, kol, kacang, bawang, jamur, susu dan produk olahan berbahan susu.

•    Terkena infeksi saluran cerna akibat bakteri atau virus, salah satunya gastroenteritis.
•    Masalah psikologis seperti depresi, gangguan kecemasan dan gangguan somatoform.
•    Perubahan hormone juga bisa memicu IBS.

Sumber: