Apa Benar Kebanyakan Main Gadget Picu Mata Juling pada Anak?

Apa Benar Kebanyakan Main Gadget Picu Mata Juling pada Anak?

Mata Juling, Ilustrasi oleh Mirko Sajkov dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Anak-anak yang bermain gadget terlalu lama sudah sering dikaitkan dengan beberapa kondisi mata. Mata silinder dan mata minus adalah beberapa di antaranya.

Namun taukah Anda jika main gadget terlalu lama juga ternyata bisa menyebabkan masalah lain pada mata anak.

Salah satu masalah yang dimaksud di sini menurut Halodoc, adalah mata juling atau istilah medisnya esotropia onset akut.

(BACA JUGA:Agar Mata Anak Tidak Rusak di Usia Dini, Gini Cara Mencegahnya)

Menariknya, derajat persilangan mata bisa dikurangi, ketika penggunaan gadget itu dibatasi.

Akan tetapi pada kasus lainnya, mata juling tidak lalu sembuh dengan sendirinya, meski pada dasarnya bisa.

Pada kasus yang seperti itu, naik ke meja operasi adalah satu-satunya opsi untuk mengatasi mata juling, untuk mengembalikan kondisi kembali normal.

Adapun aturan melihat layar atau screen time, agar terhindari dari masalah mata, adalah dengan tidak memberikan akses kepada anak untuk melihat layar  gadget, khususnya mereka  di bawah 18 bulan.

Dokter juga menyarankan orang tua untuk tidak memberikan akses gadget, lebih dari satu jam, pada anak berusia 2 hingga 5 tahun.

Sementara untuk anak enam tahun ke atas, orang tua diminta untuk secara konsisten memberikan batasan waktu terhadap setiap jenis media yang digunakan.

Main HP Sambil Tiduran Picu Kebutaan

Menurut sebuah studi, main HP di atas tempat tidur, terlebih di saat waktunya beristirahat, dapat menyebabkan masalah kesehatan tersendiri, dalam hal ini terhadap mata.

Di tahun 2016 lalu, dua wanita asal Inggris dilaporkan alami kebutaan temporer, diduga akibat kebiasaan mereka dalam menggunakan HP tersebut secara kontiniu.

Menurut laporan Associated Press, kebutaan tersebut terjadi dan lalu hilang dan dapat kembali terjadi.

Kedua wanita tersebut, masing-masing berusia 22 dan 40 tahun, diketahui sangat gemar bermain HP dengan posisi menyamping.

Keduanya wanita ini juga gemar menggunakan bantal ketika memperhatikan layar HP mereka, di mana salah satu mata terhalang.

Akibatnya, ada perbedaan intensitas cahaya yang masuk ke bola mata, dan pada akhirnya mengakibatkan kebutaan sementara.

Dalam penjelasan studi yang dirilis pada New England Journal of Medicine itu, disebutkan bagaimana kondisi ini bisa terjadi.

Sumber: