Seafood Itu Tinggi Kolesterol, Gini Cara Mengolahnya Biar Gak Masalah dengan Jantung

Seafood Itu Tinggi Kolesterol, Gini Cara Mengolahnya Biar Gak Masalah dengan Jantung

Seafood, Image oleh 昕 沈 dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Seafood adalah salah satu makan yang paling banyak diminati orang. Nikmat dan punya ciri khas tersendiri membuatnya digemari.

Namun dibalik kenikmatannya, seafood adalah salah satu jenis makanan yang wajib dibatasi konsumsinya.

Alasannya tiada lain dan tiada bukan, adalah dikarenakan tingginya kandungan kolesterol di dalam seafood.

(BACA JUGA:Punya Darah dan Kolesterol Tinggi? Coba Deh Minum Air Kelapa Muda, Ini Manfaatnya Kata dr. Zaidul Akbar)

Akan tetapi bukan berarti Anda tidak boleh sering-sering makan seafood. Tipsnya menurut ahli, adalah membatasi asupannya.

Ya, menurut American Heart Association,  konsumsi kolesterol yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 300 miligram.

Jika berlebihan, kolesterol yang didapat dari konsumsi makanan akan menumpul di pembuluh darah.

Akibatnya, meningkatlah risiko seseoran terkena penyakit jantung dan risiko serangan stroke di kemudian hari.

Jadi jika memang hobi makan kerrang, kepiting dan udang, kata ahli, via Halodoc, usahkan untuk tidak melebihi 8 ons dalam satu minggunya.

Cara memasak seafood juga tidak boleh sembarangan, dalam hal ini jangan digoreng.

Jadi sebisa mungkin untuk menghindari seafood yang digoreng. Merebus, kukus, tumis dan pangang dinilai masih lebih menyehatkan.

Dan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat pada seafood, Anda bisa memanfaatkan perasa jeruk lemon.

Ketika terpapar perasan lemon, kadar LDL atau kolesterol jahat dan trigliserida dapat dipangkas sedemikian rupa.

Orang juga disarankan mengkonsumsi seafood berbarengan dengan sayur mayur. Fungsinya juga kurang lebih sama, yakni menurunkan kadar kolestel.

Sumber: