Kebiasaan Tidur Siang Itu Buruk, Berpotensi Picu Stroke di Kemudian Hari

Kebiasaan Tidur Siang Itu Buruk, Berpotensi Picu Stroke di Kemudian Hari

Tensi Naik saat Tidur Bisa Picu Stroke, Image Pixabay dari Pexels--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Anda punya kebiasaan tidur siang dan ini terjadi secara konsisten? Awas, menurut ahli hal ini bisa menandakan akan keberadaan potensi stroke di kemudian hari.

Kesimpulan ini diambil peneliti asal China, setelah mempelajari kebiasaan tidur 60 ribu orang selama 15 tahun terakhir.

Para partisipan ini menurut Daily Mail, adalah mereka yang diusia pertengahan, selain juga para lansia di Inggris.

(BACA JUGA:Kenapa Orang Tidur Bisa Kena Stroke? Ini Penjelasan Dokter)

(BACA JUGA:Bukan Kambing, Daging Ini yang Paling Tinggi Kandungan Kolesterolnya, Awas Risiko Serangan Jantung dan Stroke)

Dari situ, diketahui bahwa mereka yang punya kebiasaan tidur siang, punya potensi 12 persen terkena darah tinggi, dibanding mereka yang tidak tidur siang.

Menariknya lagi, dari 60 ribu partisipan ini seperempat di antaranya berpontesi alami serangan stroke di kemudian hari.

Akan tetapi menurut pakar dari Xiangya Hospital Central South University itu, kebiasaan tidur siang ini bukan satu-satunya pemicu stroke yang dimaksud.

Hal ini menurut mereka, ada kaitannya dengan kualitas tidur yang buruk (di malam hari), dan sudah terjadi bertahun-tahun.

Risiko stroke ini juga sekaligus dikaitkan dengan kondisi kesehatan lain, seperti mereka yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Anda punya masalah tidur di malam harinya, mau itu gegara insomnia atau apnea tidur, dan lainnya, konsultasi dengan dokter spesialis sangatlah dianjurkan.

Cara Mengatasi Apnea Tidur

Jika kondisinya ringan,  mereka yang menderita apnea tidur dianjurkan untuk tidur dengan posisi miring, bukan dengan punggung di bawah.

Menjaga berat badan. yang sehat, berhenti merokok, tidak minum alkohol jelang tidur, dan menghindari obat tidur kecuali dengan anjuran dokter.

Mereka yang memiliki apnea tidur sangat berIsiko terkena Alzheimer di kemudian hari, sebagaimana dilaporkan ahli dalam sebuah studi.

Studi itu berhasil menunjukan bahwa mereka dengan apnea tidur, memiliki penumpukan toksik protein pada otak bernama beta-amyloid, yang memicu terjadinya Alzheimer.

Alzheimer adalah penyakit yang menyebabkan mundurnya kerja otak, dengan mengganggu daya ingat serta fungsi kognitif.



Sumber: