Gelar Sosialisasi, Bea Cukai Siap Dukung Produk Lokal Menuju Pasar Global

Gelar Sosialisasi, Bea Cukai Siap Dukung Produk Lokal Menuju Pasar Global

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jateng DIY bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah usai menggelar Focus Group Discussion (FGD), pada Rabu, 22 Juni 2022. -dok-bea cukai

JAKARTA, FIN.CO.ID – Ekspor yang meningkat akan mendorong peningkatan produksi dalam negeri. Produksi yang meningkat akan menggerakkan roda perekonomian dalam negeri sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat. 

Hal inilah yang menjadi komitmen Bea Cukai untuk senantiasa mendorong perekonomian melalui ekspor produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Sosialisasi ekspor menjadi salah satu upaya Bea Cukai dalam mendorong kegiatan ekspor UMKM di daerah. Kegiatan ini juga dilakukan dengan bersinergi dengan pemerintah daerah setempat sehingga layanan makin optimal,” ujar Hatta Wardhana, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai dalam keterangannya, Jumat, 8 Juli 2022.

(BACA JUGA:Pacu Ekspor, Bea Cukai Rangkul Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha)

Di Semarang, Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jateng DIY bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD), pada Rabu, 22 Juni 2022. Pada kesempatan ini membahas terkait efisiensi dan efektivitas tata kelola ekspor dan impor dalam mendorong peningkatan eskpor komoditas nonmigas. 

Kegiatan tata kelola ekspor dan impor ini didukung dengan program National Logistic Ecosystem (NLE), yaitu ekosistem logistik yang menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen internasional sejak kedatangan sarana pengangkut sampai barang tiba di gudang.

(BACA JUGA:Lakukan Asistensi, Bea Cukai Kawal Pelaku Usaha Penerima Fasilitas)

Selain itu, kegiatan FGD juga dilaksanakan oleh Bea Cukai Tanjung Emas dengan diikuti lebih dari 250 pengguna jasa yang berlangsung daring via aplikasi video conference, pada Senin (28/06). FGD kali ini membahas rekonsiliasi ekspor  dan merupakan salah satu sarana Bea Cukai untuk mengumpulkan dan memecahkan bersama seluruh masalah yang dihadapi oleh pengguna jasa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan serta dapat tercapai tingkat rekonsiliasi yang tinggi.

Dukungan Bea Cukai terhadap UMKM juga dilaksanakan oleh Bea Cukai Yogyakarta melalui talkshow televisi dengan tema “Peran Bea Cukai Dalam Pemberdayaan UMKM dan Peningkatan Ekspor” yang disiarkan secara langsung dalam program Kopi Joss Jogja TV, pada Kamis (23/06). 

Dalam kesempatan ini, Bea Cukai Yogyakarta menyampaikan terkait fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelau UMKM, salah satunya fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Industri Kecil Menengah (IKM). 

“Keuntungan mendapatkan fasilitas KITE IKM yaitu mendapatkan pembebasan bea masuk untuk bahan baku, mesin, dan barang contoh yang digunakan untuk kelangsungan industri yang berorientasi ekspor. Selain itu, pengguna fasilitas juga memperoleh keuntungan tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM),” jelas Hatta.

Talkshow televisi juga dilaksanakan oleh Kanwil Bea Cukai Sulbagsel dan Bea Cukai Makassar melalui program dengan tajuk “Special Dialogue CELEBES TV”. 

Dalam kesempatan ini, Gatot Hartono, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, memaparkan program Rumah Solusi Ekspor dan Investasi (RSE) yaitu program yang menaungi kegiatan-kegiatan peningkatan ekspor yang telah dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Bea Cukai di wilayah Sulbagsel, meliputi program Export Assistance, Klinik Ekspor, dan Desa Devisa. Gatot juga menyampaikan berbagai kegiatan business matching antar supplier yang telah berhasil dilaksanakan dengan harapan mampu memicu semangat UMKM lainnya untuk melaksanakan ekspor.

Sementara itu di Manado, Kanwil Bea Cukai Sulbagtara berkolaborasi dengan Balai Diklat Keuangan Manado membuat program edukasi untuk masyarakat umum melalui Kelas Ekspor Impor yang terdiri dari 17 episode. 

Sumber: