Sakit Jantung
"Jangan takut operasi jantung. Anda akan 10 tahun lebih muda," itu nasihat saya untuk para penderita sakit jantung. Pun kepada Nanik S. Deyang, kemarin pagi, setelah dia mundur dari jabatan kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Jangan takut operasi jantung. Anda akan 10 tahun lebih muda," itu nasihat saya untuk para penderita sakit jantung. Pun kepada Nanik S. Deyang, kemarin pagi, setelah dia mundur dari jabatan kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Tujuan utama saya ke Rusia adalah Moskow. Itu saya jadwalkan sebagai ''mampir''. Yakni dalam perjalanan pulang dari Amerika dan Kanada. Dari Moskow saya ingin ke St. Petersburg. Itu pun kalau dapat visa.
Ketika Febrie Adriansyah mengatakan uang itu bukan uangnya --tapi ada yang punya-- saya pun seperti Anda: tidak berhenti berpikir, uang siapa ya.
Kalau benar Febrie Adriansyah akan mengajukan praperadilan, saran saya: ajukan cepat-cepat. Kalau bisa satu jam lagi. Mantan jaksa agung muda tindak pidana khusus itu sudah menyatakan ke aktivis Said Didu
Saya ditelepon Said Didu karena tokoh pergerakan itu ditelepon Febrie Ardiansyah. "Saya akan lawan," ujar mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus itu kepada Said Didu seperti yang diceritakan kepada saya kemarin sore.
Setelah melihat sepak bola di Amerika dan Kanada, lalu pulangnya mampir Tiongkok dan Russia, akhirnya saya menemukan semifinal "Piala Dunia" di Jakarta: Trunojoyo v Gedung Bundar.
Kasus Febrie Adriansyah memicu sorotan publik usai dilimpahkan ke Kejagung, memunculkan polemik soal etik dan hukum.
Anda sudah tahu harganya. Anda juga sudah tahu itulah guyonan warganet atas pengunduran diri jaksa agung muda tindak pidana khusus Sabtu kemarin: Febrie Ardiansyah.
Saya begitu ingin menulis soal ditemukannya uang ratusan miliar rupiah di sebuah kafe di Jakarta Selatan itu. Tapi saya sedang agak terisolasi sekarang ini. Saya sedang seperti seekor burung di sangkar emas.
Mesir telah dirampok." Publik pun puas. Apalagi publik Indonesia. Itu karena yang mengatakannya Zohran Mamdani, wali kota New York.
Tidak hanya ''perusuh'' Disway yang menyangka ia bukanlah seorang Tionghoa. Pun saya. Bahkan orang di Shanghai sana. Apalagi kalau ia bercerita soal sekolahnya:
Kian banyak Koperasi Desa Merah Putih yang diresmikan. Sepulang ke tanah air nanti saya ingin segera melihat praktik bisnisnya.
Memang Piala Dunia di Amerika-Kanada-Meksiko belum selesai --tapi bagi Kanada serasa sudah bubar. Tim Kanada sudah tersingkir --kalah 0-3 oleh Maroko. Harapan bikin kejutan demi kejutan sirna --meski bisa masuk 16 besar sudahlah kejutan.
Wasiat dr Icha mengubah sikap keluarga. Tiga anggota DPRD dan seorang dokter hewan dilaporkan terkait dugaan tekanan sebelum kematiannya.
Begitu sulit menemukan mobil listrik di tengah budaya mobil di Amerika. Apalagi di Kanada. Sesekali masih melihat Tesla di Amerika tapi tidak pernah melihat merek mobil listrik yang lain. Di Kanada Tesla pun sangat jarang terlihat.
Ini hari ke lima saya di Kanada: satu malam di Niagara, dua malam di Toronto, satu malam di Ottawa, dan satu malam di Montreal.
Hujan lebat menyambut kedatangan saya di Ottawa. Cerita perjalanan lima jam Toronto-Baturaja-Ottawa ini saya simpan dulu. Tidak seseru perjalanan darat Lampung-Kingstone-Palembang.
Vonis 10 tahun penjara untuk Nadiem Makarim datang saat saya di Niagara: seru. Sejak kasus itu disidangkan sudah terjadi polemik sangat bermutu di forum terbatas grup WA wartawan tua, SW60+.
Saya pilih jalan kaki ke Kanada. Anda sudah tahu kenapa: ingin melihat air terjun Niagara dari arah yang paling sempurna. Yakni dari atas jembatan penyeberangan antar negara: dari kota Niagara yang di sisi Amerika ke kota Niagara yang di sisi Kanada.
Panorama di perjalanan saya ke Buffalo ini sebenarnya indah sekali. Tapi lima berita duka masuk ke HP saya: dokter Icha gantung diri setelah ditekan dua anggota DPRD di NTT.
Dahlan Iskan menyoroti kemajuan Tiongkok, kereta bawah tanah New York, dan pelajaran penting tentang teknologi, sejarah, serta masa depan.