Kylian Mbappe Minta Maaf ke Rakyat China Usai Nyindir Mao Zedong
Sejumlah perusahaan besar asal China menghentikan kerja sama dengan Mbappe, sementara lembaga penyiaran setempat mengambil langkah tegas terhadap penayangan pertandingan sepak bola yang melibatkan sang pemain.
"Mengniu dengan tegas menentang dan memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap setiap ucapan atau tindakan yang melukai perasaan rakyat China," tulis Mengniu dalam pernyataan resminya.
Kontroversi Mbappe juga berdampak pada penayangan sepak bola Spanyol di China. China Media Group mengambil langkah dengan menghentikan siaran pertandingan sepak bola, termasuk La Liga, serta iklan yang menampilkan Mbappe.
Lembaga penyiaran tersebut juga mendesak Mbappe dan Real Madrid untuk menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan yang memicu polemik.
Presiden La Liga, Javier Tebas, turut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China atas nama kompetisi sepak bola Spanyol itu. Ia mengakui pernyataan Mbappe telah menimbulkan ketidaknyamanan dan melukai perasaan publik.
Melalui akun X miliknya, Tebas menyampaikan permintaan maaf sekaligus menegaskan bahwa La Liga tengah bekerja sama dengan mitra-mitranya di China untuk mengatasi situasi tersebut.
"Kami menyadari kerugian yang ditimbulkan oleh hal ini, dan saya ingin, atas nama La Liga, menyampaikan permintaan maaf kami yang tulus kepada rakyat China".
Tebas juga menyoroti potensi dampak insiden tersebut terhadap klub-klub yang berkompetisi di La Liga dan jutaan penggemar sepak bola di China.
"Kami tidak dapat membiarkan tindakan individu merusak hubungan ini atau merugikan lebih dari 20 klub yang berpartisipasi dalam kompetisi profesional kami, selain jutaan pendukung China". *
https://t.co/MQBo9NCSy5
— Kylian Mbappé (@KMbappe) October 27, 2026