Internasional . 28/10/2026, 07:56 WIB
fin.co.id - Bintang Real Madrid asal Prancis, Kylian Mbappe, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China setelah pernyataannya mengenai meme yang menampilkan wajahnya menyerupai Mao Zedong menuai kontroversi.
Polemik tersebut berbuntut panjang. Sejumlah perusahaan besar asal China menghentikan kerja sama dengan Mbappe, sementara lembaga penyiaran setempat mengambil langkah tegas terhadap penayangan pertandingan sepak bola yang melibatkan sang pemain.
Dalam pernyataan resminya, Mbappe mengakui komentarnya dalam sebuah wawancara tidak tepat dan telah melukai perasaan masyarakat China serta komunitas China di berbagai negara.
"Dalam sebuah wawancara yang dilakukan dengan saya baru-baru ini, saya memberikan komentar atas sebuah gambar diri saya, tetapi komentar saya tidak tepat, dan kini saya menyadari bahwa hal itu telah menyakiti perasaan banyak orang di China dan komunitas-komunitas China di seluruh dunia" kata Mbappe dalam pernyataan resminya.
Ia menegaskan tidak bermaksud menyinggung siapa pun dan menyampaikan penyesalan atas perkataannya.
"Saya meminta maaf kepada semua orang yang merasa terganggu oleh kata-kata saya, karena itu sama sekali bukan maksud saya. Saya menaruh rasa hormat yang mendalam terhadap rakyat China dan sejarahnya, dan saya menyampaikan penyesalan saya yang tulus" imbuhnya.
Kontroversi ini bermula dari beredarnya potongan video wawancara Mbappe yang membahas meme internet tentang dirinya.
Dalam gambar tersebut, wajah pemain Real Madrid itu ditempelkan pada sosok Mao Zedong, tokoh revolusi sekaligus pendiri Republik Rakyat China modern.
Saat menanggapi gambar tersebut, Mbappe mengatakan, "Saya rasa dia seorang diktator China," merujuk pada gambar yang menyerupai dirinya.
Pernyataan itu memicu reaksi keras di China. Mao Zedong memiliki posisi penting dalam sejarah negara tersebut dan dipandang oleh banyak masyarakat China sebagai tokoh revolusi serta pendiri negara modern mereka.
Sejumlah perusahaan mengumumkan penghentian kerja sama, gerakan anti-Mbappe dan ajakan memboikot produk yang menjalin kemitraan dengan sang pemain telah ramai dibicarakan di media sosial China, Weibo.
Dampak kontroversi tersebut turut menjalar ke hubungan bisnis Mbappe dengan perusahaan-perusahaan China.
Perusahaan minuman Dongpeng menghentikan seluruh kerja samanya dengan Mbappe pada Selasa, 27 Oktober 2026. Perusahaan tersebut menyatakan tidak dapat menoleransi sikap yang dinilai menunjukkan sentimen anti-China.
Langkah serupa dilakukan Mengniu, salah satu produsen produk susu terbesar di China. Produsen keju Milkground juga dilaporkan memutuskan kerja sama dengan pemain asal Prancis tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Mengniu menegaskan sikap perusahaan terhadap ucapan atau tindakan yang dianggap menyinggung masyarakat China.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id