Ragam

DTIIF 2026: Telkom bersama Danantara Indonesia, BSSN, dan Peruri Siapkan Ekosistem Digital Indonesia Hadapi Era Post-Quantum Cryptography

DTIIF 2026: Telkom bersama Danantara Indonesia, BSSN, dan Peruri Siapkan Ekosistem Digital Indonesia Hadapi Era Post-Quantum Cryptography.

DTIIF 2026: Telkom bersama Danantara Indonesia, BSSN, dan Peruri Siapkan Ekosistem Digital Indonesia Hadapi Era Post-Quantum Cryptography
DTIIF 2026: Telkom bersama Danantara Indonesia, BSSN, dan Peruri Siapkan Ekosistem Digital Indonesia Hadapi Era Post-Quantum Cryptography.

Danantara Indonesia berperan dalam mendorong orkestrasi ekosistem dan menjajaki peluang penerapan kapabilitas yang dikembangkan pada kebutuhan relevan di lingkungan BUMN. Peran ini mencakup koordinasi potensi proyek percontohan lintas BUMN, identifikasi kebutuhan sektoral, serta validasi implementasi untuk mendukung adopsi solusi yang sesuai dengan kebutuhan nyata.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, “Perkembangan teknologi kuantum harus dipandang sebagai isu kesiapan jangka panjang bagi ekosistem digital. Melalui kolaborasi dengan BSSN, Peruri, dan dukungan orkestrasi Danantara Indonesia, Telkom ingin ikut membangun capability yang memungkinkan organisasi memahami kondisi aset kriptografinya, menilai tingkat kesiapan, dan mempersiapkan langkah mitigasi secara lebih terstruktur. Penandatanganan hari ini merupakan strategic foundation, sementara implementasi teknisnya akan terus didalami bersama para pihak.”

Sementara itu, Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei menyampaikan, “Sovereign technology tidak dapat dibangun oleh satu institusi. Danantara Indonesia ingin mendorong terbentuknya kolaborasi antara regulator, BUMN, dan technology player agar capability yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan nyata, memiliki jalur adopsi, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan teknologi nasional.”

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi menambahkan, “Ancaman komputasi kuantum terhadap kriptografi bukan lagi sekadar wacana, dan data yang kita lindungi hari ini dapat menjadi sasaran di kemudian hari. Karena itu, BSSN menyiapkan kerangka dan standar migrasi kriptografi pasca-kuantum secara bertahap, serta bekerja sama dengan industri dan BUMN agar penerapannya tetap selaras dengan ketentuan keamanan nasional.”

“Sebagai bagian dari ekosistem digital trust nasional, Peruri melihat kesiapan terhadap era pasca-kuantum sebagai bagian penting dari penguatan kepercayaan dalam layanan digital. Kolaborasi ini membuka ruang untuk menggabungkan kapabilitas digital trust, cybersecurity, dan teknologi kriptografi dalam pengembangan solusi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia,” tutup Letnan Jenderal TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko, Direktur Utama Peruri.

MoU ini merupakan payung kerja sama yang bersifat strategis. Mekanisme implementasi, ruang lingkup teknis, model komersial, dan pembagian peran operasional akan dibahas lebih lanjut oleh para pihak dan akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama atau perikatan definitif sesuai tata kelola masing-masing institusi.

Melalui kolaborasi Quantum-Safe Indonesia, Telkom, Danantara Indonesia, BSSN, dan Peruri mendorong kesiapan ekosistem digital nasional dalam mengantisipasi perubahan lanskap keamanan teknologi.

Sinergi antara regulator, BUMN, dan pengelola investasi ini diharapkan membuka ruang bagi pengembangan kapabilitas kriptografi dan keamanan siber yang adaptif sekaligus mendukung ketahanan digital Indonesia.

Berita Terkait