News

Menperin Warning Keras Importir dan Produsen: Jaga Gula Rafinasi Agar Tak Rembes ke Pasar!

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji memberikan peringatan kepada importir dan produsen gula rafinasi untuk menjaga produknya supaya tidak rembes ke pasar menjadi gula konsumsi.

Menperin Warning Keras Importir dan Produsen: Jaga Gula Rafinasi Agar Tak Rembes ke Pasar!

’Karena gula rafinasi ini adalah merupakan bahan baku untuk industri makanan minuman, jadi kebutuhannya dan lain sebagainya, alokasinya disesuaikan dengan kebutuhan dari industri makanan, minuman, dan farmasi begitu,” terusnya.

Supriadi menambahkan bahwa sejauh ini jumlah produksi gula rafinasi mencapai 3 juta ton pada 2026. Angka ini diyakini cukup sampai dengan akhir tahun meskipun mulai antisipasi kebutuhan awal tahun 2027.

”Memang mencukupi sampai akhir Desember ya, hanya ada ketersediaan sedikit di Januari (2027). Makanya tadi kita mohon ke pak Menteri (Menperin) dan pak Menteri juga sudah memberikan dukungan bahwa ini diperlukan untuk tahun 2027 percepatan untuk penerbitan rencana kebutuhan industri dan persetujuan impornya begitu, agar di bulan Januari bisa tersedia kembali gula rafinasi,” ungkapnya.

Sebagai catatan tahun 2025 adalah tahun kelabu bagi petani gula rakyat di berbagai daerah di Indonesia.

Mereka mengalami kesulitan menjual gula karena impor gula (termasuk gula rafinasi) membanjiri pasar gula konsumsi domestik.

Berita Terkait