Ragam

Mentan Amran Gerak Cepat Bantu Petani Lampung, Siapkan Pompa Air hingga Traktor

Mentan Amran siapkan bantuan benih, pompa, dan alsintan untuk petani Lampung. Kebijakan pertanian juga dongkrak harga komoditas dan daya beli petani.

Mentan Amran Gerak Cepat Bantu Petani Lampung, Siapkan Pompa Air hingga Traktor
Mentan Amran siapkan bantuan benih, pompa, dan alsintan untuk petani Lampung. Kebijakan pertanian juga dongkrak harga komoditas dan daya beli petani.

”Gak boleh ada yang menyakiti rakyat, itu perintah Bapak Presiden. Gak boleh disakiti apa lagi di sektor pertanian,” tegas Mentan Amran

Mentan Amran menegaskan, Kementerian Pertanian akan terus mendorong penyelesaian persoalan petani melalui langkah nyata, mulai dari dukungan sarana produksi, pengairan, alsintan, hingga perlindungan harga komoditas.

Melalui respons langsung terhadap aspirasi petani di Lampung, pemerintah berharap kendala produksi dapat segera diatasi dan petani memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas serta menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung

Kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai menunjukkan dampak terhadap daya beli petani di Lampung. Penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, hingga penghentian impor singkong disebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah perdesaan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, arah kebijakan Presiden Prabowo menempatkan petani sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika biaya produksi lebih terkendali dan harga hasil panen membaik, petani memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menggerakkan perekonomian daerah.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, harga pupuk bersubsidi turun. Kemudian untuk singkong, kami diperintahkan menghentikan impor. Hasilnya, harga singkong yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram,” ujar Amran di Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10).

Menurut Mentan Amran, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi petani dalam rantai ekonomi. Pemerintah ingin memastikan manfaat pembangunan tidak hanya berhenti di tingkat perdagangan dan industri, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat yang memproduksi pangan dan komoditas pertanian.

Dampak kebijakan tersebut juga tercermin pada perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). Mentan Amran menyebut NTP telah mencapai angka 131,11 yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah. Indikator ini penting karena menggambarkan perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani, sehingga dapat menjadi salah satu ukuran untuk melihat perkembangan daya beli petani.

“Nilai tukar petani sekarang 131, tertinggi selama Republik ini berdiri. Inilah karena kebijakan-kebijakan kita, serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah,” kata Mentan Amran.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa padi, jagung, dan singkong merupakan komoditas penting bagi masyarakat Lampung. Ia menyebut hampir 60 persen masyarakat Lampung berkaitan dengan ketiga komoditas tersebut, sehingga perubahan harga dan biaya produksi pertanian memiliki pengaruh luas terhadap perekonomian daerah.

”Semenjak Pak Prabowo menjadi presiden, harga pupuk murah, kemudian harga komoditas jadi ikut naik, padi naik, jagung naik, singkong naik,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, perbaikan kondisi sektor pertanian turut diikuti oleh meningkatnya sejumlah indikator konsumsi masyarakat.

”Petani-petani di sini alhamdulillah mendapatkan kejadian yang sangat luar biasa. Investasi yang salah satunya adalah tingkat konsumsi. Kami melihat indikator-indikator konsumsi dari provinsi Lampung, yang pertama itu pembelian mobil,” ungkap Rahmat.

Data Pemerintah Provinsi Lampung mencatat jumlah kendaraan bermotor baru pada semester I 2026 mencapai 83.515 unit, naik 22,15 persen dibandingkan 68.370 unit pada semester I 2025.

Berita Terkait