Ragam . 24/10/2026, 15:08 WIB

Asuransi Jasindo Dorong Antisipasi Risiko Iklim di Tengah Antisipasi Dampak Super El Nino

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

fin.co.id - Fenomena Super El Niño yang diperkirakan mempengaruhi kondisi iklim Indonesia pada pertengahan tahun 2026 hingga awal tahun 2027 berpotensi memperpanjang musim kemarau dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.

Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan, tetapi juga dapat meluas ke sektor industri, properti, hingga logistik yang bergantung pada ketersediaan udara dan kondisi lingkungan.

Bagi industri asuransi umum, peningkatan risiko cuaca ekstrem perlu diantisipasi karena kerusakan aset dan gangguan operasional dapat meningkatkan potensi klaim pada lini usaha terkait.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat klaim asuransi industri umum dan reasuransi mencapai Rp43,34 triliun hingga Juli 2026, meningkat 17,30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, angka tersebut mencakup berbagai jenis klaim dan tidak secara khusus mencerminkan dampak Super El Niño.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan potensi dampak Super El Niño perlu diantisipasi melalui langkah terencana, baik oleh nasabah tertanggung maupun perusahaan asuransi.

“Super El Niño menjadi pengingat bahwa risiko iklim perlu diantisipasi secara serius karena dampaknya dapat meluas ke berbagai sektor dan mempengaruhi aset maupun kegiatan operasional. Oleh karena itu, nasabah perlu memahami risiko yang dihadapi dan menyiapkan langkah-langkah pencegahan. Di sisi lain, perusahaan asuransi juga memastikan perlunya pengelolaan risiko yang mampu agar dapat menjalankan kewajibannya kepada nasabah,” ujar Brellian.

Dari sisi nasabah, Asuransi Jasando mendorong identifikasi risiko berdasarkan lokasi, karakteristik aset, dan potensi gangguan operasional.

Informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dapat menjadi acuan untuk mengenali wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan atau kebakaran.

Langkah antisipasi dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sektor, seperti ketersediaan udara, pemeriksaan sistem proteksi kebakaran, dan penyusunan prosedur penanganan gangguan operasional.

Sementara itu, dari sisi perusahaan, antisipasi dilakukan melalui pemaparan dan konsentrasi pertanggungan di wilayah rawan bencana, evaluasi portofolio, serta peninjauan ulang. penjaminan dan kecukupan premi. Pengelolaan cadangan dan dukungan reasuransi juga menjadi bagian penting untuk menjaga kapasitas perusahaan dalam menghadapi potensi kerugian dan memenuhi kewajiban kepada nasabah.

Pendekatan tersebut sejalan dengan peran Mempertaruhkan Pengelolaan Mitra yang dijalankan Asuransi Jasindo, yakni menjadi nasabah mitra dalam memahami risiko dan menentukan langkah perlindungan sesuai kebutuhan.

Selain pengelolaan risiko, kesiapan layanan klaim juga menjadi perhatian, mulai dari proses pelaporan dan verifikasi hingga penyelesaian klaim sesuai ketentuan polis. Proses yang jelas, tepat waktu, dan transparan diharapkan dapat membantu nasabah menghadapi dampak kerugian sekaligus menjaga kepercayaan dalam jangka panjang.

Di sektor pertanian, Asuransi Jasindo secara aktif terlibat dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bersama Kementerian Pertanian sejak 2015.

Program ini memberikan perlindungan finansial kepada petani atas risiko gagal panen yang dijamin dalam polis, termasuk akibat kekeringan, banjir, serta serangan hama dan penyakit tanaman.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id