Ragam

Laba Hutama Karya Naik 6,3% hingga Kuartal III 2026, Jalan Tol Jadi Mesin Pertumbuhan

Laba Hutama Karya naik 6,3% hingga kuartal III 2026. Pendapatan tol tumbuh 12,4% dan rasio utang terjaga.

Laba Hutama Karya Naik 6,3% hingga Kuartal III 2026, Jalan Tol Jadi Mesin Pertumbuhan
Laba Hutama Karya naik 6,3% hingga kuartal III 2026. Pendapatan tol tumbuh 12,4% dan rasio utang terjaga.

JORR-S mendukung mobilitas kendaraan di wilayah selatan Jakarta. Sementara itu, ATP mempermudah akses logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan mengoperasikan kedua ruas tersebut, total jalan tol yang dikelola Hutama Karya mencapai sekitar 872,5 kilometer.

Digitalisasi Layanan dan Kualitas Jalan Tol Jadi Perhatian

Seiring bertambahnya jaringan jalan tol, Hutama Karya terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan. Perusahaan menyiagakan armada layanan dan gardu transaksi untuk mendukung kelancaran perjalanan.

Selain itu, Hutama Karya mengembangkan aplikasi MOZY yang menyediakan fitur pemantauan CCTV, informasi tarif, dan tombol darurat. Perusahaan juga meningkatkan penanganan keluhan, kesigapan petugas, keramahan pelayanan, serta pemeliharaan jalan dan fasilitas pendukung.

Upaya tersebut turut mengantarkan Hutama Karya masuk dalam jajaran 100 BUMN dengan pelayanan terbaik melalui Danantara Indonesia CX100. Program ini mengukur kualitas layanan BUMN berdasarkan penilaian pakar serta survei langsung dan daring kepada masyarakat.

Bagi perusahaan, peningkatan kualitas layanan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pengguna jalan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis operasional tol.

Selektif Memilih Proyek, Risiko Keuangan Jadi Prioritas

Selain mengandalkan pendapatan jalan tol, Hutama Karya memperkuat bisnis konstruksi melalui pemilihan proyek yang lebih selektif. Perusahaan mengutamakan manajemen risiko dengan mengevaluasi profil risiko, kelayakan proyek, dan kemampuan bayar pemberi kerja sebelum mengambil keputusan.

Langkah ini bertujuan menjaga kualitas piutang dan arus kas agar perusahaan dapat menjalankan proyek secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, hampir separuh kontrak baru Hutama Karya berasal dari segmen manufaktur serta pemeliharaan dan operasional jalan tol. Sementara itu, kontrak lainnya mencakup proyek jalan dan jembatan, gedung, serta sumber daya air.

Hutama Karya juga terlibat sebagai kontraktor dalam 27 Proyek Strategis Nasional (PSN) di berbagai sektor. Keterlibatan ini mempertegas peran perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus menuntut pengelolaan risiko yang cermat.

Dengan strategi tersebut, perusahaan berupaya memastikan bahwa pertumbuhan kontrak tidak hanya meningkatkan aktivitas bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas dan kondisi keuangan.

Rasio Utang Terjaga, Hutama Karya Punya Ruang Pendanaan

Dari sisi keuangan, Hutama Karya mencatat pertumbuhan total aset dan ekuitas hingga September 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan bertambahnya ruas JTTS yang terbangun.

Perusahaan juga menjaga rasio utang berbunga terhadap modal pada kisaran 0,25 kali. Rasio ini memberikan ruang bagi Hutama Karya untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pada periode berikutnya.

Berita Terkait