Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Gubernur Andra Soni Minta Pejabat Banten Jadi Teladan Anti-Gratifikasi
Gubernur Banten Andra Soni terus memperkuat integritas birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
fin.co.id - Gubernur Banten Andra Soni terus memperkuat integritas birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Penguatan yang mencakup dimensi internal dan eksternal ini dinilai menjadi landasan utama untuk mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Integritas Dimensi Internal dan Eksternal Pemerintah Provinsi Banten bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), BPKP Perwakilan Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu, 21 Oktober 2026.
Andra Soni menjelaskan, dimensi internal birokrasi mencakup keteladanan pimpinan, pengendalian internal, pengelolaan konflik kepentingan, dan pencegahan gratifikasi. Adapun dimensi eksternal berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan publik yang transparan, adil, responsif, serta bebas dari pungutan liar (pungli) maupun penyalahgunaan wewenang.
“Seluruh pimpinan perangkat daerah harus menjadi teladan dalam menjaga integritas, menolak gratifikasi yang bertentangan dengan ketentuan, mengelola konflik kepentingan, dan memastikan jajarannya bekerja sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas Gubernur Andra Soni.
Ia menilai integritas merupakan fondasi utama dalam pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak semata diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya infrastruktur fisik yang dibangun, tetapi dari kualitas tata kelola, transparansi, akuntabilitas, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Dengan tata kelola yang baik, ia meyakini delapan program unggulan Pemprov Banten yakni Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani dapat terlaksana secara optimal.
“Seluruh program ini harus dilaksanakan dengan tata kelola yang bersih dan bertanggung jawab agar setiap kebijakan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya menjadikan kualitas pelayanan publik sebagai tolok ukur integritas. Ia meminta agar masyarakat selalu mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan adil.
“Tidak boleh ada diskriminasi atau perlakuan khusus yang didasarkan pada kepentingan pribadi. Digitalisasi pelayanan juga harus disertai pengendalian internal dan pengawasan yang memadai,” ujarnya.
Dari sisi pengawasan internal, Gubernur Banten Andra Soni mendorong Inspektorat Daerah untuk meningkatkan peran strategisnya dalam memberikan peringatan dini dan mengidentifikasi risiko. Fokus pengawasan diarahkan pada sektor pengadaan barang dan jasa, pengelolaan pendapatan daerah, hibah, bantuan sosial, aset daerah, serta program strategis pemerintah.
Baca Juga
Pemprov Banten, lanjut Gubernur Andra Soni, selalu terbuka terhadap evaluasi konstruktif dari KPK, Kemendagri, dan BPKP guna memperbaiki tata kelola pemerintahan.
“Kami berkomitmen menjadikan pencegahan korupsi sebagai bagian dari proses kerja sehari-hari. Mari kita jaga amanah, perkuat integritas, dan bangun pemerintahan yang bersih,” serunya.
Sementara itu, Direktur Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Wilayah II KPK Joko Herman Sulistyo menyatakan bahwa rapat koordinasi ini adalah langkah penting untuk memastikan anggaran daerah dikelola sesuai prinsip tertib, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada masyarakat.
"Ini merupakan salah satu cara mendukung Asta Cita Presiden Prabowo poin ketujuh, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi maupun narkoba," papar Joko.
Di sisi lain, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim menegaskan komitmen legislatif dalam mengawal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten. Ia mengapresiasi pendampingan dari KPK dan berharap sinergi ini mampu mewujudkan pemerintahan yang lebih baik.