Karhutla Sumatra Mengancam Pengguna Tol Trans Sumatera, Hutama Karya Siagakan Armada Pemadam
Karhutla Sumatra mengancam jarak pandang di Tol Trans Sumatera. Hutama Karya siagakan armada pemadam dan imbau pengendara waspada.
Ruas Tol Terpeka mendapat dukungan armada yang lebih besar. Hutama Karya menyiagakan lima unit truk tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Perusahaan juga menyiapkan tangki air tambahan beserta peralatan pemadaman untuk memperkuat kesiapan menghadapi karhutla.
Tidak hanya menambah kesiapan armada, Hutama Karya juga memperbarui sejumlah peralatan operasional. Perusahaan melakukan peremajaan dua unit pompa alkon pada kendaraan tangki air di Kayu Agung dan Lambu Kibang. Selain itu, perusahaan memperbarui empat selang untuk menunjang operasional kendaraan tangki air.
Petugas juga menyiagakan alat pemukul api atau gepyok pada kendaraan patroli. Peralatan tersebut melengkapi sarana pendukung yang perusahaan siapkan untuk membantu penanganan awal kebakaran di sekitar jalan tol.
Gandeng BPBD hingga Manggala Agni untuk Tangani Karhutla
Selain menyiapkan armada dan peralatan, Hutama Karya memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi yang menangani kebakaran dan bencana. Perusahaan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, pemadam kebakaran, kepolisian, serta pemerintah daerah setempat.
Koordinasi tersebut mencakup pelaporan ketika petugas menemukan karhutla di sekitar jalan tol dan dukungan tindak lanjut penanganan. Sinergi antarlembaga ini membantu menghubungkan informasi dari lapangan dengan instansi yang memiliki kewenangan dalam penanganan kebakaran.
Khusus di koridor Terpeka, Hutama Karya menjalin koordinasi dengan pemadam kebakaran di Kabupaten Lampung Tengah, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, dan Ogan Komering Ilir (OKI). Perusahaan juga melibatkan Manggala Agni OKI dalam koordinasi tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla di sekitar jalan tol tidak hanya mengandalkan kesiapan kendaraan dan peralatan. Pertukaran informasi serta koordinasi dengan instansi terkait juga memegang peranan penting untuk mendukung respons terhadap kebakaran.
Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang, Pengendara Wajib Waspada
Di tengah kesiapsiagaan petugas, Hutama Karya meminta pengguna JTTS untuk tidak mengabaikan potensi bahaya asap. Jarak pandang yang menurun dapat menyulitkan pengendara memperkirakan jarak kendaraan lain, membaca kondisi jalan, dan mengambil keputusan saat berkendara.
Untuk menyampaikan peringatan keselamatan, perusahaan memanfaatkan media sosial dan media luar ruang. Sarana komunikasi tersebut meliputi Variable Message Sign (VMS), spanduk, serta sistem public address.
Hutama Karya mengingatkan pengendara agar menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi jarak pandang. Berikut sejumlah langkah yang perlu diperhatikan ketika melintasi area terdampak asap:
Baca Juga
- Kurangi kecepatan secara bertahap. Jangan mempertahankan kecepatan tinggi ketika asap mulai menghalangi pandangan.
- Perlebar jarak aman. Beri ruang yang cukup dengan kendaraan di depan agar tersedia waktu untuk bereaksi.
- Nyalakan lampu utama. Bantu pengendara lain mengenali keberadaan kendaraan ketika jarak pandang menurun.
- Hindari pengereman mendadak. Perlambat kendaraan secara terkendali untuk mengurangi risiko tabrakan.
- Jangan memaksakan manuver menyalip. Hindari tindakan yang meningkatkan risiko ketika kondisi jalan tidak terlihat jelas.
- Ikuti arahan petugas. Perhatikan informasi dan instruksi yang petugas sampaikan selama perjalanan.
- Jangan berhenti di lajur lalu lintas. Jika perlu menghentikan perjalanan, manfaatkan tempat istirahat terdekat.
- Laporkan titik api atau asap yang mengganggu. Segera sampaikan informasi kepada petugas jalan tol agar mereka dapat menindaklanjutinya.
Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara membutuhkan kesiapan petugas sekaligus kedisiplinan pengguna jalan. Pengendara perlu mengutamakan kondisi aktual di lapangan daripada memaksakan perjalanan sesuai rencana awal.