Ragam

Peran Danantara untuk Mendukung Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Indonesia

Danantara berpotensi memobilisasi investasi swasta dan internasional untuk mempercepat pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Peran Danantara untuk Mendukung Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Indonesia
Danantara berpotensi memobilisasi investasi swasta dan internasional untuk mempercepat pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Meskipun masing-masing SWF ini mungkin memiliki tujuan khusus yang berbeda (misalnya menabung untuk generasi mendatang, memenuhi kewajiban pensiun kontingen yang tidak ditanggung oleh skema pensiun, atau menjaga daya beli cadangan dalam jangka panjang), mereka memiliki tujuan bersama untuk memastikan bahwa tabungan negara dikelola secara optimal dalam jangka panjang.

Namun, pada saat yang sama, negara-negara berpendapatan menengah seperti Indonesia memiliki tingkat permintaan modal yang relatif lebih tinggi untuk investasi infrastruktur, Agenda pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diarahkan agar lebih masif, strategis, merata, dan berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan rakyat seperti :

•Ketahanan Pangan dan Air: Pembangunan bendungan, jaringan irigasi, serta infrastruktur pendukung swasembada pangan.

•Energi Bersih dan Kemandirian Energi: Transisi dan pengembangan energi terbarukan (seperti target energi surya), hilirisasi komoditas, serta infrastruktur pendukung bioetanol.

•Konektivitas Wilayah: Pembangunan dan perbaikan jalan daerah, jembatan, serta jalur logistik untuk menekan biaya distribusi dan menggenjot pembangunan dan peningkatan jalan daerah melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah untuk memangkas waktu tempuh dan biaya logistik di berbagai provinsi.

•Kota Layak Huni dan Tangguh: Penataan kawasan perkotaan dan proyek strategis seperti tanggul raksasa pantai (Giant Sea Wall).

•Pembangunan infrastruktur hybrid (seperti underpass dan flyover di berbagai simpul kemacetan wilayah) untuk memperlancar mobilitas public

•Percepatan pembangunan 100 hingga ribuan titik Kampung Nelayan yang dilengkapi dermaga, pabrik es, dan cold storage untuk nelayan.

•Pembangunan jembatan desa serta gudang dan rantai dingin melalui Koperasi Desa Merah Putih

•Program renovasi ribuan Puskesmas, laboratorium kesehatan masyarakat, revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) unggulan, serta perbaikan fasilitas sekolah secara bertahap

Artinya pembangunan Infrastruktur menjadi penegas arah pembangunan nasional yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai visi besar Presiden Prabowo, yakni mewujudkan kedaulatan bangsa secara menyeluruh—termasuk melalui ketahanan infrastruktur di bidang pangan, air, dan energi.

Dengan demikian, Danantara khusus untuk Pembangunan infrastruktur Indonesia—yang yang US$5 miliar masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan untuk membiayai program infrastruktur nasional tersebut .Hal ini pada gilirannya menuntut penggalangan modal tambahan dari investor swasta maupun internasional melalui Danantara

Mengapa Danantara memiliki Mandat Pembangunan Infrastruktur

Berbeda dengan bank komersial atau dana ekuitas swasta yang beroperasi dalam jangka waktu lebih pendek, Danantara merupakan mempuyai tugas mengelola kekayaan lintas generasi; artinya, tujuan investasi mereka ditetapkan dalam hitungan dekade, bukan kuartal. Karena investasi Danantara pada asset-aset infrastruktur seperti jalan tol, utilitas dengan regulasi tarif, atau kontrak sewa jangka Panjang yang sering kali memiliki aliran pendapatan yang secara kontraktual terkait dengan inflasi. Hal ini menjadikannya sarana lindung nilai yang sangat efektif terhadap penurunan daya beli seiring berjalannya waktu, yang merupakan perhatian utama bagi pengelolaan Danantara dalam jangka panjang.

Danantara juga memiliki cakrawala investasi yang praktis tidak terbatas dan tidak terbebani oleh kewajiban jangka pendek yang mendesak. Kondisi ini memungkinkan Danantara untuk berkomitmen pada siklus hidup proyek infrastruktur yang mencapai 25–50 tahun, sebuah stabilitas yang jarang dapat ditandingi oleh jenis investor lainnya.

Berita Terkait