Bukan Cuma IPK, Srikandi PLN Bekali Mahasiswa ITPLN Hadapi Dunia Kerja
Srikandi PLN membekali mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) dengan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan ketahanan mental untuk menghadapi tantangan dunia kerja.
Menurut Helena, mahasiswa harus memandang AI sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir dan tanggung jawab manusia.
Ia mendorong mahasiswa mempelajari keterampilan memberikan instruksi kepada AI (prompting), sekaligus memeriksa dan menganalisis kembali hasil yang dihasilkan teknologi tersebut. Penggunaan AI tanpa evaluasi dapat menimbulkan kesalahan dan mengurangi keaslian hasil pekerjaan.
“AI ini dua sisi mata uang, menguntungkan tetapi juga bisa membunuh Anda,” ujarnya saat menjelaskan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak.
Helena juga menekankan bahwa integritas merupakan modal utama dalam membangun karier. Kecerdasan dan kemampuan teknis tidak akan cukup apabila seseorang mengabaikan kejujuran, termasuk dalam penyusunan tugas akhir dan pemanfaatan AI untuk kepentingan akademik.
Selain itu, ia mengajak mahasiswa memperluas wawasan mengenai industri energi, khususnya energi terbarukan, teknologi baterai, dan sistem penyimpanan energi. Menurut dia, perkembangan transisi energi membuka peluang bagi lulusan yang mau terus belajar dan memperbarui pengetahuan.
Helena juga turut menyoroti pentingnya literasi, kemampuan analitis, komunikasi, dan adaptabilitas. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi mulai memahami dampak dan nilai tambah yang dapat diberikan melalui pekerjaan mereka.*