Ragam

BTN Ekspansi Bisnis di Bali, Perluas Transaksi ke Sektor Pariwisata hingga Pasar Tradisional

BTN memperluas bisnis di Bali lewat tiga kerja sama strategis untuk mendorong digitalisasi transaksi, pembiayaan UMKM, dan penguatan ekosistem pariwisata.

BTN Ekspansi Bisnis di Bali, Perluas Transaksi ke Sektor Pariwisata hingga Pasar Tradisional
BTN memperluas bisnis di Bali lewat tiga kerja sama strategis untuk mendorong digitalisasi transaksi, pembiayaan UMKM, dan penguatan ekosistem pariwisata.

fin.co.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas bisnis perbankan berbasis ekosistem di Bali melalui tiga kerja sama strategis yang menyasar industri pariwisata, pasar tradisional, dan desa wisata. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi BTN menuju true consumer bank dengan memperkuat layanan transaksi digital, penghimpunan dana, serta pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Pengembangan bisnis tersebut ditandai dengan penandatanganan tiga nota kesepahaman di Sanur, Bali, Jumat (9/10). Dua kerja sama dilakukan secara tripartit antara BTN, PT Mitra Kasih Perkasa (MKP), dan masing-masing Bali Tourism Board (BTB) serta Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng. Sementara itu, kerja sama lainnya dilakukan secara terpisah antara BTN dan Desa Wisata Penglipuran untuk pengembangan layanan perbankan, pemberdayaan masyarakat, dan inisiatif keberlanjutan.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, sektor pariwisata memiliki dampak ekonomi yang luas karena terhubung dengan berbagai bidang usaha, mulai dari transportasi, akomodasi, perdagangan, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bali menjadi salah satu pasar strategis bagi BTN untuk mengembangkan bisnis perbankan yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada triwulan II-2026, perekonomian Bali tumbuh 5,78% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29%. Sektor akomodasi dan makan minum juga berkontribusi sebesar 21,91% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Bali, mencerminkan besarnya peluang pengembangan layanan keuangan pada ekosistem pariwisata.

“BTN ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga sebagai strategic ecosystem partner,” ujar Nixon.

Menurutnya, BTN terus memperkuat layanan transaksi digital melalui balé by BTN, sekaligus mengembangkan pembiayaan perumahan yang selama ini menjadi kompetensi utama perseroan. Melalui kedua kekuatan tersebut, BTN ingin memperluas layanan kepada pelaku industri pariwisata, pedagang, pekerja, dan masyarakat di berbagai ekosistem ekonomi.

Dalam pengembangan layanan digital, BTN menggandeng MKP yang memiliki pengalaman membangun sistem teknologi bagi industri pariwisata. Kolaborasi keduanya diarahkan untuk mendukung pengembangan sistem pembayaran, pengelolaan transaksi, serta integrasi layanan perbankan pada ekosistem BTB dan Perumda Pasar Buleleng.

CEO & Co-Founder PT Mitra Kasih Perkasa Nicholas Anggada mengatakan, pengembangan tersebut merupakan kelanjutan dari pengalaman MKP dalam membangun sistem digital bagi aktivitas pariwisata, termasuk sistem manifest penumpang yang melayani lebih dari tiga juta penumpang setiap tahun secara nasional.

“Teknologi harus menyesuaikan diri dengan masyarakat, bukan sebaliknya. Karena bagi kami, digitalisasi bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi menjadi mitra dalam menjawab kebutuhan setiap ekosistem. Bersama Desa Penglipuran, Perumda Pasar Argha Nayottama, dan BTB, MKP dengan bangga menjadi mitra strategis BTN dalam mendukung pelaku usaha, dan tetap menjaga nilai lokal agar seluruh ekosistem dapat tumbuh dan naik kelas bersama,” ujar Nicholas.

Melalui kerja sama tripartit dengan BTB dan MKP, BTN berpeluang memperluas layanan perbankan kepada pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam 9 asosiasi di Bali. Kolaborasi tersebut mencakup penjajakan digitalisasi pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA), pengembangan aplikasi digital bagi ekosistem koperasi BTB dengan layanan pembayaran dan promosi destinasi wisata.

Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai upaya memperkuat kualitas dan daya saing pariwisata Bali. Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak cukup hanya diukur dari peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Kita tidak bisa melihat hanya dari jumlah kunjungan lagi, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisatawan, peningkatan nilai ekonomi, pelestarian budaya dan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di sektor perdagangan, BTN bersama Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng dan MKP akan mengembangkan digitalisasi transaksi pasar rakyat, dimulai dari Pasar Banyuasri.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan pembayaran digital bagi pedagang, pengelolaan transaksi parkir dan retribusi, serta perluasan akses layanan perbankan. Digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan pasar sekaligus memberikan kemudahan bertransaksi bagi pedagang dan pengunjung.

Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng I Ketut Mas Angarta Tenaya mengatakan, penerapan teknologi digital telah menunjukkan manfaat dalam pengelolaan pasar, termasuk melalui penggunaan sistem parkir elektronik.

Berita Terkait