Banjir Bandang Nepal Sapu Dua Desa, 5 Orang Dilaporkan Hilang
Banjir bandang menerjang Distrik Gorkha, Nepal bagian tengah, pada Minggu, 11 Oktober 2026, menghanyutkan rumah dan jembatan serta merusak permukiman warga
fin.co.id - Banjir bandang menerjang Distrik Gorkha, Nepal bagian tengah, pada Minggu, 11 Oktober 2026, menghanyutkan rumah dan jembatan serta merusak permukiman warga. Lima orang dilaporkan hilang setelah banjir menerjang kawasan di sekitar Sungai Budhi Gandaki. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, sementara ratusan warga terdampak bencana tersebut.
Banjir Bandang Hanyutkan Rumah dan Jembatan
Banjir bandang yang melanda wilayah Gorkha menyebabkan kerusakan serius di sejumlah permukiman. Menurut laporan otoritas setempat yang dikutip BBC, sedikitnya dua desa dilaporkan tersapu banjir, sedangkan beberapa jembatan hanyut terbawa arus.
Lima orang yang masih hilang diduga merupakan penggembala. Selain itu, sekitar 100 ekor sapi juga dilaporkan hilang akibat bencana tersebut.
Dampak banjir paling parah dilaporkan terjadi di wilayah pedesaan Chumnubri. Banyak warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman karena air sungai naik secara tiba-tiba.
Sejumlah warga menyelamatkan diri ke kawasan hutan dan tempat yang lebih tinggi. Mereka mengaku tidak menyangka banjir akan mencapai permukiman dengan kekuatan sebesar itu.
Seorang warga bernama Ganesh Karki mengatakan bahwa warga menerima informasi mengenai ancaman banjir pada pagi hari. Ketika air sungai mulai meluap dan mencapai permukiman, mereka segera meninggalkan rumah dan berlindung sekitar 500 meter di kawasan yang lebih tinggi.
Warga masih khawatir untuk kembali ke rumah, terutama pada malam hari. Mereka takut banjir serupa kembali terjadi ketika kondisi sungai terlihat normal.
Lebih dari 650 Orang Terdampak Banjir
Otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan bahwa sedikitnya 204 rumah mengalami kerusakan dan lebih dari 650 orang terdampak banjir bandang tersebut.
Sebanyak 95 orang telah berhasil diselamatkan, termasuk sembilan warga negara asing. Pasukan keamanan juga mengerahkan lebih dari 700 personel untuk membantu operasi pencarian, penyelamatan, dan penanganan dampak bencana.
Angkatan Darat Nepal mengerahkan empat helikopter untuk mendukung operasi di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Baca Juga
Kerusakan jembatan dan akses jalan membuat sejumlah permukiman terisolasi. Kepala administrasi wilayah pedesaan Chumnubri, Narayan Prasad Sapkota, mengatakan bahwa transportasi udara menjadi satu-satunya cara untuk mencapai wilayah tersebut setelah banjir memutus akses darat.
Pemerintah setempat berencana mencari jalur alternatif setelah operasi penyelamatan menjadi prioritas utama. Terputusnya akses transportasi juga menyulitkan pergerakan warga serta pengiriman kebutuhan pokok ke permukiman terdampak.