Catatan Dahlan Iskan

Weda Bay

Bersejarah: Indonesia ekspor baterai mobil listrik. Kamis kemarin. Dari pulau terpencil Halmahera di Maluku Utara. Presiden Prabowo sendiri yang meluncurkan ekspor perdana itu: lewat pelabuhan Weda Bay.

Weda Bay
Presiden Prabowo dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos saat meresmikan ekspor perdana baterai EV di Pelabuhan Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara, 8 Oktober 2026.--

Pertama, baterai lithium NMC (Nickel Manganese Cobalt). Bahan bakunya nikel, mangaan dan kobalt. Semua ada di Halmahera.

Kedua, baterai LFP --Lithium Fero Posphat. Bahan bakunya lithium, besi dan posphat. Tiga-tiganya tidak ditemukan di Halmahera.

Kenapa tidak ada bahan baku LFP tapi bisa produksi dan ekspor? Itu karena bahan bakunya didatangkan ke Halmahera dari negara lain. Bahwa itu diproduksi di Weda Bay karena di sana fasilitas untuk pengolahannya sudah ada. Infrastrukturnya lengkap. Ini yang disebut ”industri bisa menggeret industri yang lain”.

Selain ekspor dua jenis baterai tadi, Weda Bay juga ekspor bahan baku baterai. Meski tidak disebut tentunya ekspor itu ke Tiongkok.

Siapa tahu diam-diam Presiden Jokowi ngebet ingin ke Weda Bay --melihat hasil perjuangannya melakukan hilirisasi di mana-mana. (Dahlan Iskan)

Berita Terkait