Ragam

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Serap Tenaga Kerja Lokal

Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melibatkan sumber daya manusia lokal dalam berbagai peran, mulai dari pelayanan penonton hingga pengamanan di lintasan.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Serap Tenaga Kerja Lokal

fin.co.id - Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melibatkan sumber daya manusia lokal dalam berbagai peran, mulai dari pelayanan penonton hingga pengamanan di lintasan.

Sebanyak 946 personel layanan dan pendukung serta 400 marshal disiapkan untuk mendukung kelancaran ajang MotoGP di The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 9–11 Oktober 2026.

Keterlibatan ratusan personel tersebut memperlihatkan peran tenaga kerja lokal dalam mendukung penyelenggaraan event olahraga internasional.

Sebelum bertugas, para personel telah mengikuti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pelayanan, koordinasi, dan kesiapan operasional sesuai bidang masing-masing.

Sebanyak 946 frontliner dan personel pendukung mengikuti Hospitality Training bertajuk “Perfecting The Brilliant Basic with Indonesian Hospitality” pada 4–6 Oktober 2026 di The Mandalika.

Mereka mencakup petugas Crowd Control, Usher/LO, Merchandise, CX & Ask Me Agent, UMKM, serta Ticketing & Ground Handling.

Pelatihan berlangsung dalam delapan batch melalui penyampaian materi, simulasi, role play, diskusi, dan evaluasi. Materinya meliputi Delighting Customer Journey, Communication Skill, dan Hospitality Standard, termasuk penampilan petugas, penyambutan pengunjung, penyampaian informasi, kemampuan mendengarkan, hingga penanganan keluhan.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, mengatakan pengalaman penonton menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan event internasional.

“MotoGP bukan hanya tentang apa yang terjadi di lintasan. Begitu penonton memasuki kawasan, setiap interaksi menjadi bagian dari pengalaman mereka. Cara mereka disambut, mendapatkan informasi, diarahkan, maupun dibantu ketika menghadapi kendala akan ikut membentuk kesan terhadap Mandalika. Karena itu, kami ingin memastikan personel yang berada di garis depan memiliki kesiapan dan standar pelayanan yang sama,” ujar Troy.

Di sisi lintasan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melibatkan 400 marshal yang seluruhnya atau 100 persen berasal dari NTB.

Rinciannya, 303 orang berasal dari Lombok Tengah, 51 dari Mataram, 22 dari Lombok Barat, 18 dari Lombok Timur, tiga dari Dompu, serta masing-masing satu orang dari Kabupaten Bima, Lombok Utara, dan Sumbawa.

Para marshal telah menjalani pelatihan di kelas dan lapangan. Materi mencakup persiapan sebelum event, penggunaan dan pengecekan perlengkapan, komunikasi, prioritas respons, kerja sama tim, keselamatan marshal, serta pembagian tugas dan koordinasi antara marshal post dan Race Control.

Pelatihan juga dilengkapi simulasi penanganan insiden di lintasan, mulai dari kecelakaan tunggal, kecelakaan yang melibatkan tiga motor, hingga simulasi red flag.

Tahapan tersebut membekali marshal untuk memahami prosedur respons, memastikan keselamatan pembalap, memeriksa kondisi lintasan, serta membantu penanganan dan pemindahan kendaraan dari area insiden.

Troy mengatakan keterlibatan marshal asal NTB menjadi bagian penting dari kontribusi sumber daya manusia daerah dalam penyelenggaraan ajang internasional.

Berita Terkait