Ragam

Mario Aji dan Veda Pratama, Perjuangan Indonesian Heroes Menuju Panggung Dunia

Perjalanan menuju panggung balap dunia membutuhkan perjuangan panjang. Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama melewati latihan sejak kecil, cedera.

Mario Aji dan Veda Pratama, Perjuangan Indonesian Heroes Menuju Panggung Dunia

Veda akhirnya bangkit dan melanjutkan karier hingga mencapai Moto3. Meski demikian, ia mengaku masih mempertanyakan kemampuannya untuk mencapai target tertinggi.

“Pastinya ada dan sampai sekarang pun masih bertanya-tanya kepada diri sendiri, apakah bisa,” ujar Veda.

“Itu mimpi saya. Jadi saya akan berusaha semaksimal mungkin dan kalau memang bisa, ya alhamdulillah.”

Karier balap profesional membuat keduanya harus merelakan banyak waktu bersama keluarga dan teman-teman sebaya.

Mario mengaku masa kecilnya banyak dihabiskan untuk latihan dan kompetisi, hingga melewatkan momen berkumpul bersama keluarga, termasuk saat Lebaran.

“Dari kecil waktu saya sudah habis untuk latihan, jauh dari rumah. Setiap ada family occasion, kumpul, Lebaran, dan lain-lain, saya sudah tahun kelima tidak pulang,” katanya.

Veda pun tidak bisa menjalani masa sekolah seperti kebanyakan anak seusianya karena lebih banyak mengikuti pembelajaran daring dan latihan.

“Tidak bisa seperti murid-murid atau anak muda lainnya. Kita jarang masuk sekolah, lebih banyak online,” ujarnya.

Saat berada di luar negeri, keluarga, makanan Indonesia, dan teman-teman latihan menjadi hal yang paling dirindukannya.

Kehadiran Mario dan Veda dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendukung langsung pembalap Indonesia yang bersaing di kejuaraan dunia.

Melalui semangat The Rise of Local Heroes dan #IndonesiaMendunia Bersama Pertamina, ajang ini mengajak masyarakat mengapresiasi perjuangan atlet, bukan hanya hasil yang diraih di lintasan.

Dari latihan sepulang sekolah, menghadapi cedera, hingga berkompetisi di level dunia, Mario dan Veda menunjukkan bahwa prestasi membutuhkan disiplin dan ketekunan.

Kini, di Sirkuit Mandalika, keduanya kembali membawa nama Indonesia sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan pantang menyerah.

Berita Terkait