Ragam . 09/10/2026, 11:26 WIB

Hutama Karya Pamerkan Inovasi Jalan Tol, Ada AI Pendeteksi Lubang hingga Aplikasi Mozy

Penulis : AdminFIN
Editor : AdminFIN

Penelitian pertama membahas analisis ketelitian model tiga dimensi atau 3D as-built Jembatan Khusus Sei Wampu di ruas Tol Binjai–Pangkalan Brandan. Tim peneliti menggabungkan teknologi Terrestrial Laser Scanning (TLS) dengan Building Information Modeling (BIM) untuk menghasilkan model yang menggambarkan kondisi aktual jembatan.

Hasil evaluasi menunjukkan deviasi dimensi sebesar ±5–10 milimeter. Angka tersebut masih berada dalam batas toleransi kajian. Model ini juga memuat informasi teknis aset yang dapat mendukung dokumentasi dan perencanaan pemeliharaan berbasis data.

Penelitian kedua mengevaluasi penerapan prinsip ESG dalam penyediaan koridor migrasi gajah di Tol Pekanbaru–Dumai. Kajian yang disusun oleh tim HKI tersebut meneliti enam underpass perlintasan gajah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lingkungan dan tata kelola memiliki perkembangan lebih baik dibandingkan aspek sosial. Sementara itu, pemantauan dan pelaporan masih memerlukan penguatan.

Tim peneliti merekomendasikan pelaporan yang lebih transparan, pelibatan masyarakat secara terstruktur, perbaikan drainase, serta pengayaan pakan. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koridor migrasi gajah sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur transportasi berkelanjutan.

Infrastruktur Tangguh Tak Cukup Hanya dengan Membangun Jalan

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar menekankan pentingnya pengelolaan infrastruktur berdasarkan risiko dan siklus hidup. Pendekatan ini mencakup identifikasi kerawanan bencana, desain adaptif, pemeliharaan preventif, serta pemanfaatan data dan teknologi sejak tahap perencanaan hingga pengoperasian.

Menurut Roy, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak cukup diukur dari panjang jalan yang berhasil dibangun. Jaringan jalan dan jembatan juga harus mampu mempertahankan tingkat pelayanan, menjamin keselamatan, mendukung kelancaran logistik, serta tetap berfungsi dan pulih dengan cepat saat menghadapi bencana maupun dampak perubahan iklim.

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menambahkan bahwa hasil diskusi dan penelitian dalam KRTJ ke-16 menjadi masukan bagi perusahaan untuk menyempurnakan praktik pembangunan serta pengelolaan infrastruktur.

Hutama Karya juga mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar pengembangan jaringan jalan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Sejalan dengan Asta Cita, perusahaan menempatkan konektivitas sebagai salah satu upaya membuka akses masyarakat ke pusat kegiatan ekonomi dan memperluas peluang usaha di daerah.

Melalui kombinasi teknologi operasional, layanan digital, penelitian infrastruktur, dan prinsip keberlanjutan, Hutama Karya menegaskan fokusnya pada pengelolaan jalan tol yang tidak hanya andal saat ini, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id