Catatan Dahlan Iskan . 07/10/2026, 05:56 WIB

Rocky Gerung

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

"Saya ingat isi seluruh buku ini," katanya.

Di rumahnya, saat itu, sudah ada beberapa tokoh aktivis seperti Jumhur Hidayat, Ferry Juliantono, dan Syahganda Nainggolan. Merekalah tokoh aktivis militan sampai ada yang masuk penjara.

Keempatnya kini berada di dalam pemerintahan Prabowo. Jumhur sebagai menteri lingkungan hidup, Ferry sebagai menteri koperasi, Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres.

Melihat cara Rocky Gerung memojokkan lawan debatnya, kadang terpikir oleh saya kenapa tidak ada yang balas bertanya ke Rocky Gerung: apakah Anda sendiri pernah baca buku Al-Mabahith al-Mashriqiyyah? Kalau ia ternyata mengaku juga telah membacanya baliklah bertanya: apakah pernah membaca karya aslinya yang berbahasa Arab? Saya ingin tahu jawaban Rocky.

Mengikuti beberapa debat yang melibatkan Rocky ada kesan seolah sesuatu yang sudah ditulis di sebuah buku terkemuka adalah kebenaran. Demikian juga dengan logika. Seolah yang logikanya lebih baik ia yang lebih benar.

Mungkin Rocky memang seperti Socrates: kuat dalam tiga hal sekaligus. Pandai berpikir, pandai bertanya, dan pandai berbicara. Banyak filsuf yang hanya pandai berpikir dengan cara lebih banyak merenung dan menulis. Tapi Socrates hebat tiga-tiganya.

Anda sudah tahu: Socrates punya kebiasaan pergi ke pasar-pasar, ke warung-warung, dan ke mana saja. Socrates selalu mengajak siapa saja berdebat. Ia juga selalu ke mana-mana membawa buku.

Rocky Gerung mirip itu. Pasarnya mahasiswa. Warungnya kampus. Bedanya Socrates sering membuat pertanyaan yang membuat yang ditanya berpikir. Rocky sering membuat yang ditanya terpojok.

Yang jelas Rocky punya kemampuan bertanya. Ketika pertanyaan itu dijawab ia mampu mengajukan pertanyaan berikutnya. Lalu berikutnya lagi. Sampai yang ditanya terjebak sendiri dengan jawaban awalnya.

Kini Rocky Gerung berada di dalam ''kerangkeng'' Wantimpres. Di situ ia tidak bisa memperlakukan 25 anggota Watimpres yang lain seperti mahasiswa. Saya tidak tahu Rocky cocoknya masuk tim apa di dalam Wantimpres.

Di lembaga itu akan dibentuk beberapa tim. Tim Ekonomi, misalnya, ada Chairul Tanjung, Dato' Sri Tahir, Jusuf Hamka. Rocky pasti akan dimasukkan ke salah satu tim. Perannya pun akan dibatasi untuk merumuskan pertimbangan di bidangnya saja. Tidak bisa lagi bicara apa saja yang di luar bidang timnya.

Setelah masing-masing tim membuat rumusan barulah dibawa ke pleno Wantimpres. Kalau sudah disetujui pleno barulah pertimbangan itu dikirim ke Presiden.

Di Wantimpres mirip di DPR yang anggotanya dikelompokkan ke dalam komisi-komisi. Seorang anggota DPR hanya bisa bicara sebatas bidang di komisinya.

Maka saya bisa membayangkan apakah Rocky Gerung bisa kerasan hidup seperti itu. Atau ia memang sudah sejinak itu.(Dahlan Iskan)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id