Ruang Cerita

Dua Hari di Pulau Pari, Liburan Singkat Penuh Arti

Pagi itu di pertengahan Januari, sama seperti hari-hari lain di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. Angin bertiup dari arah laut, menerpa daratan.

Dua Hari di Pulau Pari, Liburan Singkat Penuh Arti
Pulau Pari punya sejumlah spot menarik untuk aktivitas snorkeling.

Akhirnya, Kapal Tiba di Pulau Pari

Setelah hampir dua jam terguncang-guncang di tengah laut, kapal kayu ini pun akhirnya sandar di Pulau Pari. Rasa cemas yang sempat membekap saya di perjalanan, hilang seketika.

Turun dari kapal, kami langsung menuju lokasi homestay yang sudah dipesan. Puluhan penumpang lain pun demikian. Mereka berjalan menuju lokasi homestay atau penginapan masing-masing.

Bagi yang tak ingin bermalam di penginapan, bisa pula membuka tenda di pinggir pantai atau lokasi lain yang sudah ditetapkan. Membawa tenda sendiri tentu bisa jadi pilihan bagi yang ingin berwisata low budget.

Rumah-rumah yang dijadikan homestay atau penginapan di Pulau Pari kebanyakan adalah milik masyarakat setempat. Fasilitasnya beragam. Mulai yang komplet dengan AC dan kamar mandi dilengapi air panas, atau rumah sederhana dengan kipas angin. Semua tergantung ketebalan kantong wisatawan.

Di depan setiap penginapan atau homestay, nampak berjejer sepeda-sepeda yang terpakir. Sepeda ini menjadi bagian dari fasilitas untuk wisatawan. Tanpa perlu menyewa lagi, wisatawan bisa menggunakan sepeda untuk berkeliling pulau Pari.

Masyarakat Pulau Pari memang ada yang memiliki sepeda motor, tapi jumlahnya tak banyak. Lebih banyak sepeda yang terlihat memenuhi jalan-jalan di pulau ini.

Dua Hari di Pulau Pari, Liburan Singkat Penuh Arti

Explore Spot Wisata Pulau Pari

Di Pulau Pari juga tersedia penyewaan sepeda dengan tarif ramah di kantong. Sepeda tersebut bisa disewa dengan perhitungan per trip atau hari.

Dengan menaiki sepeda pula, saya dan keluarga mulai mengeksplore spot-spot menarik di Pulau Pari. Spot pertama yang kami tuju adalah Pantai Pasir Perawan. Pasir di pantai ini berwarna putih bersih. Di pesisir pantai, wisatawan bisa menjumpai hutan mangrove yang hijau dan rimbun.

Tepi Pantai Pasir Perawan juga jadi lokasi idaman para backpacker. Tersedia area khusus untuk Camping "Camp Site" yang terjaga kebersihannya, serta keamanannya.

Jika wisatawan memilih camping di lokasi ini, jelas jauh dari kata repot. Sudah tersedia deretan warung, toilet, dan tempat ibadah. Wisatawan hanya perlu membangun tenda untuk keperluan tidur dan istirahat.

Tiket masuk untuk Camping cukup murah, orang dewasa dikenakan sebesar Rp. 15.000/orang, anak-anak tanpa biaya alias gratis. Jika tidak mau repot bawa perlengkapan untuk camping, tersedia persewaan tenda dome, matras dan beberapa perlengkapan camping tambahan lainnya.

Hingga matahari terbenam, kami masih berada di Pantai Pasir Perawan. Tak bisa diungkapkan, betapa indahnya menyaksikan matahari terbenam dari spot ini. Setelah hari benar-benar gelap, kami pun kembali ke homestay untuk beristirahat.

Berita Terkait