Ragam

Gubes ITPLN Ungkap Strategi Penyerapan 5,52 Juta Lapangan Kerja dari PLTS 100 GWp

Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Syamsir Abduh, menilai target penciptaan 5,52 juta lapangan kerja melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Gubes ITPLN Ungkap Strategi Penyerapan 5,52 Juta Lapangan Kerja dari PLTS 100 GWp

Indonesia perlu mengembangkan pusat O&M regional dan menyiapkan teknisi yang menguasai inspeksi panel, pembersihan modul, pemeliharaan inverter, pengujian kelistrikan, pemantauan pembangkit, hingga manajemen aset.

Kelima, pengembangan keterampilan sumber daya manusia. Syamsir mengusulkan Program Pengembangan Tenaga Kerja Surya nasional yang melibatkan perguruan tinggi, politeknik, SMK, industri, dan lembaga sertifikasi.

Materi pelatihan mencakup desain sistem fotovoltaik (PV), keselamatan kelistrikan, sistem tegangan tinggi, integrasi jaringan, Battery Energy Storage System (BESS), Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), serta manajemen energi digital.

Kolaborasi pendidikan dan industri diperlukan agar lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan kerja.

Keenam, penguatan rantai pasok dalam negeri. Pembangunan PLTS 100 GWp harus melibatkan industri pendukung dan usaha kecil menengah (UKM).

Pemasok lokal dapat berkontribusi melalui penyediaan struktur baja, kabel, peralatan listrik, baterai, perangkat lunak, sistem pemantauan, logistik, hingga layanan rekayasa.

Dengan keterlibatan tersebut, manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha di daerah.

Syamsir menegaskan, keenam pilar tersebut harus dijalankan secara bersamaan agar target 5,52 juta lapangan kerja tidak berhenti sebagai proyeksi.

"Untuk mencapai target 5,52 juta lapangan kerja dari 100 GWp tenaga surya PV, kuncinya adalah memperlakukannya sebagai program pengembangan industri dan lapangan kerja, bukan sekadar target pembangkitan listrik," ungkapnya.

Menurut dia, program PLTS 100 GWp harus mampu membangun ekosistem industri nasional yang mencakup manufaktur, pembangunan proyek, pemasangan, pemeliharaan, pengembangan kompetensi tenaga kerja, hingga keterlibatan pemasok lokal.

Dengan pendekatan tersebut, program PLTS 100 GWp berpeluang menjadi instrumen pembangunan ekonomi sekaligus percepatan transisi energi. Tantangannya bukan hanya membangun kapasitas pembangkit, tetapi memastikan investasi menghasilkan nilai tambah industri dan kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia. (*)

Berita Terkait