Ragam

Kandas di Semifinal Padel Putri, Novela/Beatrice Ubah Frustasi Jadi Bahan Bakar Perunggu

Olahraga tak jarang menyuguhkan momen yang menguras emosi. Di balik gemuruh sorak penonton Nagoya City Higashi Sports Center, Jumat, 2 Oktober 2026.

Kandas di Semifinal Padel Putri, Novela/Beatrice Ubah Frustasi Jadi Bahan Bakar Perunggu

fin.co.id - Olahraga tak jarang menyuguhkan momen yang menguras emosi. Di balik gemuruh sorak penonton Nagoya City Higashi Sports Center, Jumat, 2 Oktober 2026, ada raut lelah yang dibalut senyum ketabahan dari dua srikandi padel Indonesia, Novela Putria dan Beatrice Gumulya.

Langkah pasangan ganda putri di babak semifinal nomor women’s pairs Asian Games 2026 terhenti usai berjuang menghadapi wakil tuan rumah Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto, dalam dua set langsung 0-2.

Namun, di balik angka di papan skor, ada perjuangan panjang, porsi beban di pundak, serta kebanggaan yang saling mereka tautkan satu sama lain.

Memasuki lapangan, tekanan bertanding di hadapan pendukung lawan tak dipungkiri menghadirkan karang emosi tersendiri. Di awal-awal laga, guncangan rasa frustrasi sempat hinggap ketika pukulan demi pukulan lawan sulit ditembus.

“Memang kadang-kadang lawan main lebih bagus dari kita. Bikin kita akhirnya sedikit jujur aja ada frustrasi juga di awal-awal,” ujar Beatrice selepas laga.

Namun, menyerah bukanlah pilihan yang mereka bawa dari Tanah Air. Di tengah ketertinggalan dan rasa frustrasi yang membayangi, keduanya saling menguatkan, mencoba merajut kembali harapan di setiap permainan panjang yang melelahkan.

"Tapi kita tetap berjuang sampai akhir, berusaha cari jalan gimana caranya bisa dapetin poin,” tambah Beatrice.

Senada dengan sang partner, Novela mengakui betapa beratnya laga yang menuntut stamina dan ketahanan mental luar biasa tersebut.

Pertukaran pukulan hingga puluhan kali dalam satu poin menuntut dedikasi fisik dan pikiran yang tak main-main. Belum lagi gemuruh publik tuan rumah yang kian membakar semangat lawan.

“Ya mereka main di kandang sendiri jadi ngerasa lebih bebas,” ungkap Novela.

Kendati demikian, kekalahan ini tidak mengikis apresiasi dan kehangatan di antara keduanya. Di momen paling rapuh sekalipun, Novela justru melempar rasa bangga yang mendalam untuk pasangannya.

"Apapun itu, aku udah bangga ada di sini, bangga sama Kak Bea (Beatrice) juga. Kita sudah main dengan maksimal, tapi hasil belum yang diharapkan,” tutur Novela.

Kemudian, keduanya mengalihkan konsentrasi pada laga berikutnya. Bagi Novela dan Beatrice, perjuangan belum selesai. Keduanya menegakkan kepala untuk menatap laga perebutan medali perunggu besok saat melawan wakil Filipina, Danna Abad/Josea Malazarte.

“Kita bakal fokus buat perebutan perunggu. Pokoknya kita gak mau lepas lagi,” jelas Novela.

Sementara, Wamenpora Taufik Hidayat yang menyaksikan langsung tetap mengapresiasi perjuangan Novela/Beatrice.

Berita Terkait