Denny JA Terima AMA Appreciation Award 2026, Sebagai Pemimpin Korporasi yang Berdampak
Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Denny JA, menerima AMA Appreciation Award 2026 di Sanur, Bali.
-000-
Pertanyaan yang sama direnungkan Denny JA ketika dipercaya menjadi Komisaris Utama PHE, perusahaan hulu migas dengan posisi strategis bagi ketahanan energi Indonesia.
Ia datang bukan dari latar belakang profesional industri energi, melainkan membawa pengalaman kepemimpinan dan manajemen dari berbagai dunia usaha yang sebelumnya digelutinya.
Pengalamannya berkembang sebagai pengusaha yang memiliki bisnis hospitality, hotel dan restoran, konsultan politik, lembaga survei, hingga pertambangan, wilayah-wilayah bisnis dengan karakter dan tantangan berbeda.
Justru karena datang dari luar industri energi, pertanyaan pertama yang dibawanya ke PHE bukanlah sebuah pertanyaan yang bersifat teknis.
Ia kembali kepada defining question: Apa yang paling dibutuhkan Indonesia dari PHE pada zaman ini, dan perubahan apa yang dapat kita lakukan?
Jawabannya membawa kepada dua jalan besar yang harus berjalan bersama: memperbesar produksi dan memperkuat institusi yang memungkinkan keputusan besar dapat diambil.
Yang satu mencari lebih banyak energi bagi Indonesia. Yang lain membangun keberanian organisasi agar pencarian energi itu dapat dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab.
Produksi tanpa institusi yang kuat akan rapuh. Tetapi institusi tanpa keberanian hanya akan melahirkan birokrasi yang rapi, tanpa lompatan.
-000-
Baca Juga
Jalan pertama adalah produksi, karena Indonesia masih menghadapi kesenjangan besar antara kebutuhan minyak nasional dan kemampuan produksi yang dapat dihasilkan dari dalam negeri.
Sebagian kebutuhan tersebut masih harus dipenuhi melalui impor. Karena itu, tantangannya bukan sekadar mempertahankan produksi, tetapi bagaimana menciptakan sebuah lompatan.
Di bidang produksi, PHE mencanangkan aspirasi 1M29: satu juta barel minyak per hari pada tahun 2029, sebuah sasaran yang membutuhkan terobosan.
Target sebesar itu tidak mungkin dicapai hanya dengan memperpanjang pola kerja masa lalu. Tantangan yang luar biasa membutuhkan cara berpikir yang juga luar biasa.
Produksi domestik harus terus diperkuat melalui eksplorasi, teknologi, optimalisasi lapangan eksisting, serta berbagai terobosan yang dapat menemukan sumber pertumbuhan produksi baru.