Ragam . 02/10/2026, 17:10 WIB

Denny JA Terima AMA Appreciation Award 2026, Sebagai Pemimpin Korporasi yang Berdampak

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

Pemimpin akhirnya terdorong memilih keputusan yang paling aman bagi dirinya sendiri, bukan keputusan yang paling bernilai bagi perusahaan, masyarakat, dan negara.

Padahal hampir setiap inovasi besar lahir bersama kemungkinan gagal. Elon Musk pun mengalami kegagalan berulang sebelum Falcon 1 akhirnya berhasil mencapai orbit.

Jika dunia mensyaratkan setiap inovasi harus berhasil pada percobaan pertama, mungkin banyak lompatan teknologi yang kini kita nikmati tidak pernah dilahirkan.

-000-

Karena itulah Denny JA mendorong penguatan ekosistem Business Judgment Rule (BJR) untuk memberikan kepastian bagi pengambilan keputusan bisnis yang profesional dan bertanggung jawab.

Gagasannya sederhana tetapi fundamental: harus ada mekanisme kredibel untuk membedakan kerugian akibat korupsi dengan kerugian akibat risiko bisnis yang sah.

Keduanya mungkin sama-sama menghasilkan angka minus dalam laporan keuangan. Tetapi secara moral, bisnis, dan hukum, keduanya merupakan dua dunia yang sangat berbeda.

Korupsi harus ditindak tegas. Namun keputusan bisnis yang dibuat dengan itikad baik, informasi memadai, tanpa konflik kepentingan, perlu memperoleh perlindungan semestinya.

Sebab sebuah bangsa tidak hanya membutuhkan pemimpin yang bersih. Ia juga membutuhkan pemimpin yang berani mengambil keputusan besar secara bersih.

Tanpa integritas, keberanian dapat berubah menjadi kesewenang-wenangan. Tetapi tanpa keberanian, integritas dapat berakhir menjadi kehati-hatian yang tidak pernah menghasilkan lompatan.

Korporasi besar membutuhkan keduanya sekaligus: integritas yang berani dan keberanian yang berintegritas, agar keputusan besar dapat lahir tanpa mengorbankan tata kelola.

Bersama lembaga akademik, PHE mengambil inisiatif untuk mengusulkan sebuah UU membangun Dewan Bisnis Judgment Rule, sebagaimana UU membangun Dewan Pers.

-000-

Di situlah Denny JA melihat hubungan terdalam antara kepemimpinan dan wealth creation. Pemimpin korporasi hari ini tidak cukup hanya menjadi penjaga perusahaan.

Pemimpin harus menjadi pencipta kemungkinan, mampu membaca kebutuhan yang belum terjawab, membuka ruang pertumbuhan baru, dan membangun institusi yang memungkinkan inovasi terus hidup.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id