Ragam

Denny JA Terima AMA Appreciation Award 2026, Sebagai Pemimpin Korporasi yang Berdampak

Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Denny JA, menerima AMA Appreciation Award 2026 di Sanur, Bali.

Denny JA Terima AMA Appreciation Award 2026, Sebagai Pemimpin Korporasi yang Berdampak

fin.co.id - Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Denny JA, menerima AMA Appreciation Award 2026 di Sanur, Bali.

AMA, Asosiasi Manajemen Indonesia, merupakan organisasi profesional yang lahir pada 1989 dan menjadi ruang pembelajaran serta jejaring para praktisi manajemen Indonesia.

Penghargaan diberikan dalam AMA Indonesia Conference 2026 yang mengangkat tema “From Management to Wealth Creation,” sebuah tema tentang perubahan makna kepemimpinan korporasi.

AMA Indonesia menilai sebagai komisaris utama, Denny JA berkontribusi memperluas wawasan strategis PHE, mendorong keputusan profesional dan bertanggung jawab, serta memperkuat ekosistem pembelajaran dan kepemimpinan perusahaan.

Namun dalam pidatonya, Denny JA mengajak peserta tidak melihat penghargaan sebagai puncak perjalanan, melainkan sebagai kesempatan untuk kembali mempertanyakan makna kepemimpinan.

Apa sesungguhnya tugas seorang pemimpin korporasi ketika zaman berubah begitu cepat, teknologi melompat begitu jauh, dan kebutuhan manusia terus bergerak?

-000-

Merenungkan tema wealth creation, Denny JA mengajak peserta melihat salah satu kisah bisnis paling dramatis dalam zaman modern: Elon Musk dan SpaceX.

Yang menarik dari Elon Musk bukan semata-mata seberapa besar kekayaan yang tercipta, melainkan bagaimana kekayaan itu lahir dari penciptaan nilai baru.

Selama puluhan tahun, ruang angkasa terutama menjadi wilayah pemerintah, lembaga pertahanan, dan proyek ilmiah yang hanya dapat dikerjakan dengan biaya luar biasa besar.

SpaceX ikut mengubah lanskap itu, terutama melalui pengembangan sistem roket yang memungkinkan bagian utamanya kembali ke Bumi dan digunakan lagi.

Dulu, sebagian besar roket diperlakukan seperti korek api. Digunakan sekali, kemudian dibuang. Perjalanan menuju ruang angkasa karena itu menjadi luar biasa mahal.

Bayangkan jika setiap kali pesawat mendarat, pesawat itu harus dibuang. Untuk penerbangan berikutnya, kita harus membangun sebuah pesawat yang sama sekali baru.

Prinsip reusable rocket mengubah logika tersebut, membantu menekan biaya peluncuran, sekaligus membuka kemungkinan ekonomi ruang angkasa yang sebelumnya jauh lebih sulit diwujudkan.

Di sinilah wealth creation memperoleh maknanya. Kekayaan besar tidak selalu lahir karena seseorang berhasil mengambil bagian yang semakin besar dari pasar lama.

Berita Terkait