Ragam

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 2)

Karena saya hanya tercatat resmi pernah sekolah setahun di Ellinwood High School, Barton County, negara bagian Kansas. Dari tahun 1993 hingga 1994.

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 2)

Menu makan siang di sekolah memang sangat komplet. Setiap anak mendapatkan porsi yang sama. Ada susu segar, buah, karbohidrat, protein, dan sedikit snack atau dessert. Semua dimasak dan disajikan secara fresh di sekolah. Tidak gratis. Tapi sangat murah. Waktu itu hanya USD 2 per orang. Sangat-sangat murah untuk ukuran Amerika.

Saat bulan puasa, satu sekolah tahu saya tidak makan di siang hari. Selama sebulan, mereka menjaga untuk tidak makan di depan saya. Saat jam makan siang, saya menyibukkan diri di kamar gelap, mencuci cetak film dan foto untuk koran sekolah atau Yearbook.

Keluarga John sendiri tidak makan pork selama setahun. Selama saya di sana. Bukan hanya saat bulan puasa.

Benar-benar toleransi 100 persen. Toleransi sepenuh hati.

Sampai hari ini saya masih takjub pada hal tersebut.

Sebagai siswa pertukaran, saya juga diminta untuk berbicara ke organisasi-organisasi masyarakat. Termasuk ke gereja-gereja. Untuk mengenalkan Indonesia, untuk mengenalkan dunia yang berbeda bagi masyarakat di Ellinwood dan sekitarnya.

Ingat, ini zaman belum ada internet. Belum ada handphone.

Zaman di saat menelepon ke Indonesia ongkosnya USD 2 per menit!

John mengajari saya dasar-dasar public speaking. Bagaimana mendapatkan perhatian orang di awal penampilan. Senjata pertama adalah cara berdandan. Kebetulan saya membawa baju ala Cak Suroboyo/Jawa Timuran. Lengkap dengan beskap dan udeng. Itu yang saya pakai setiap kali diundang jadi pembicara.

Alat penarik perhatian lain: John membantu saya menyiapkan print peta Amerika dan Indonesia dalam skala yang sama. Untuk membantu memberi gambaran, bahwa ukuran dua negara hampir sama. Bedanya, yang satu daratan semua, yang satu banyak lautannya.

Kemudian muncul alat penarik perhatian utama: Kalimat-kalimat pembuka. John mengajarkan saya untuk selalu menyampaikan pembuka seperti ini:

"Terima kasih semuanya telah mengundang saya di sini. Terima kasih karena ini berarti Anda semua telah menyuguhi saya dengan makanan yang enak-enak. Anda semua mungkin tahu, kalau ibu saya Chris tidak bisa memasak, dan ayah saya John tidak bisa memasak dengan baik..."

Ucapan itu SELALU membuat audiens tertawa. Awalnya, saya tanya ke John: "Anda tidak malu saya bilang seperti itu?"

Jawaban John: "Buat apa malu. Mereka tahu soal itu. Bukan rahasia. Ha. ha ha...".

Baru saat lebih dewasa saat memahami pentingnya opening itu. Bahwa kita harus selalu mau merendah diri. Harus bisa menertawakan diri sendiri. Hanya dengan cara itu kita bisa menjadi dekat dengan orang lain. Menjadi orang yang lebih baik...

Berita Terkait