Kisah Azrul Ananda Seri 1: Berangkat ke Amerika Sebelum Lulus SMA
Azrul Ananda bercerita tentang perjalanan pertukaran pelajar ke Amerika yang mengubah hidupnya hingga akhirnya tak memiliki ijazah SMA.
Waktu itu saya sadar, kalau saya termasuk paling cupu. Saya yang termuda kedua. Hanya ada satu yang lebih muda, dari Medan. Kebanyakan memang sudah SMA waktu ikut seleksi. Hanya saya dan anak Medan itu yang lulus SMP langsung berangkat.
Sampai di Amerika, kami melanjutkan ke sebuah kota kecil di dekat Seattle, negara bagian Washington. Di sebuah kampus kecil, kami harus menjalani masa orientasi bersama siswa pertukaran dari negara Asia lain. Khususnya Jepang dan Taiwan (waktu itu Tiongkok belum "negara apa-apa").
Selama tiga pekan itu, kami dibekali dengan cara-cara menjalani kehidupan di SMA Amerika. Bagaimana berbicara dengan orang, bagaimana melakukan small talk, bagaimana berperilaku saat kegiatan-kegiatan bersama orang Amerika. Termasuk cara makan (posisi piring, sendok, dan garpu), etika membukakan pintu untuk orang lain, termasuk juga kalau kencan (bayar sendiri-sendiri). Ada pula program-program olahraga.
Waktu itu belum ada internet umum teman-teman. Jadi semua diajarkan secara mendetail oleh para guru-guru di camp tersebut.
Pelajaran utama menurut saya: Jangan pernah malu. Karena orang Amerika lebih terus terang dan to the point. Kalau mau sesuatu, sampaikan saja. Mereka tidak akan tersinggung.
Selama tiga pekan kami "digembleng". Selalu diingatkan pula kemungkinan terburuk. Bahwa mungkin akan ada yang tidak kerasan karena berbagai alasan. Setiap tahun, pasti ada yang dipulangkan.
Baru di hari terakhir. Kami semua mendapatkan amplop. Isinya informasi kami akan dikirim ke mana. Semua akan disebar ke berbagai penjuru Amerika. Rata-rata ke kota-kota kecil di negara-negara bagian yang "tidak umum".
Di ruangan pertemuan itu ada peta besar Amerika di dinding. Kami disuruh mencari kota kami letaknya di mana. Saking kecilnya beberapa kota kami, kota-kota itu tidak masuk di peta!
Ada teman saya anak Jakarta yang harus tinggal di sebuah peternakan. Saking terpencilnya, tetangga terdekatnya berjarak dua mil (lebih dari 3 km).
Yang "agak beruntung" adalah salah satu teman terdekat saya waktu itu. Dia dikirim ke "kota beneran" di Florida. Dia pintar. Dia menulis "alergi hawa dingin" di aplikasinya!
Baca Juga
Saya? Saya dapat negara bagian Kansas. Tepat di tengah Amerika. Tempat bayi Superman mendarat saat dilarikan dari Kripton.
Setelah bersedih-sedihan, kami pun berpisah sendiri-sendiri. Baru akan ketemu --kalau semua selamat-- saat pulang bersama Juli tahun depannya.
Ingat, belum ada internet. Belum ada handphone. Belum ada video call. Bahkan menelepon biasa pun mahal biayanya.
***
Saya mendarat di Kansas. Sempat singgah di sebuah rumah sementara di kota Lyon (penduduk 5.000), sebelum geser ke Ellinwood (penduduk 2..800). Letaknya pas tengah-tengah Kansas. Pas tengah-tengah Amerika.