Opini . 30/09/2026, 18:08 WIB

Danantara Ciptakan Ekonomi Hijau via Pelindo

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

Ketika pelabuhan menyediakan infrastruktur energi bersih, kapal dan industri di sekitarnya memperoleh insentif untuk ikut bertransisi. Ketika sistem digital mengurangi waktu tunggu kapal dan truk, emisi sekaligus biaya logistik dapat ditekan. Dengan demikian, pelabuhan dapat menjadi anchor institution bagi ekonomi hijau di daerah. Danantara dapat menggunakan posisi strategisnya untuk membangun model yang kemudian direplikasi.

Tanjung Priok dapat menjadi salah satu laboratorium.

Pelabuhan di kawasan industri dapat dikembangkan menjadi pusat energi dan logistik hijau.

Pelabuhan di kawasan timur Indonesia dapat dikembangkan dengan pendekatan renewable-based infrastructure sejak awal. Pelabuhan yang berdekatan dengan ekosistem pesisir sensitif dapat menggunakan pendekatan nature-based solutions. Tidak semua pelabuhan harus menggunakan formula yang sama. Justru prinsipnya adalah one national standard, different local solutions.

Menghubungkan Pelabuhan dengan Agenda Energi Bersih Danantara

Hal ini semakin relevan ketika Danantara telah ditempatkan dalam agenda perdagangan listrik rendah karbon Indonesia–Singapura. Dokumen terlampir mencatat target pengembangan perdagangan listrik lintas negara hingga 3,4 GW pada 2035 dan menempatkannya sebagai bagian dari agenda industrialisasi hijau serta integrasi ASEAN Power Grid.

Jika agenda energi bersih tersebut dikaitkan dengan pelabuhan, terbuka sebuah ekosistem yang jauh lebih besar. Pelabuhan dapat menjadi:

generator energi → pengguna energi bersih → distributor → pusat logistik → pusat industri hijau.

Masa Depan Tidak Hanya Hijau, tetapi Juga Inklusif

Pada akhirnya, pembangunan berkelanjutan tidak boleh kehilangan dimensi manusia. Tulisan ini menegaskan bahwa infrastruktur berkelanjutan harus memperhatikan inklusi, kesetaraan, akses masyarakat, penciptaan lapangan kerja lokal, serta partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Prinsip tersebut harus menjadi jiwa dari transformasi pelabuhan. Masyarakat pesisir tidak boleh hanya menjadi penonton. Pekerja pelabuhan tidak boleh hanya menjadi objek otomatisasi. Pelaku UMKM di sekitar kawasan pelabuhan harus memperoleh ruang. Generasi muda harus mendapatkan akses terhadap pekerjaan baru. Dan lingkungan harus diperlakukan sebagai aset ekonomi jangka panjang, bukan sebagai biaya yang harus dikorbankan demi pembangunan. Inilah makna sesungguhnya dari just and sustainable development.

Penutup: Memulai dari Pelabuhan

Indonesia adalah negara kepulauan. Laut bukan pemisah, melainkan penghubung. Pelabuhan adalah pintu yang menghubungkan sumber daya Indonesia dengan pasar domestik dan dunia. Karena itu, jika Indonesia ingin membangun ekonomi hijau yang memiliki daya saing global, transformasi pelabuhan seharusnya ditempatkan sebagai salah satu prioritas strategis.

Danantara mempunyai instrumen yang tidak dimiliki banyak institusi lain: kemampuan mengarahkan modal jangka panjang dan menghubungkan berbagai aset strategis negara. Namun keberhasilan tersebut akan sangat ditentukan oleh tata kelola. Kajian mengenai Danantara dalam dokumen terlampir juga menekankan bahwa keberhasilan SWF tidak hanya bergantung pada kapasitas finansial, tetapi pada integrasi hukum lingkungan, transparansi, akuntabilitas, audit independen, dan partisipasi masyarakat. Karena itu, masa depan Danantara tidak semestinya hanya diukur dari berapa besar aset yang dikelola. Ukuran yang lebih fundamental adalah:

berapa besar nilai tambah ekonomi yang diciptakan, berapa banyak emisi yang berhasil dikurangi, berapa banyak ekosistem yang dipulihkan, berapa banyak pekerjaan hijau yang tercipta, dan seberapa tangguh ekonomi Indonesia menghadapi perubahan iklim.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id