Ragam

Modernisasi Grid Lintas Pulau, Rektor ITPLN: Indonesia Harus Siapkan SDM Terampil

Modernisasi Grid Lintas Pulau, Rektor ITPLN: Indonesia Harus Siapkan SDM Terampil.

Modernisasi Grid Lintas Pulau, Rektor ITPLN: Indonesia Harus Siapkan SDM Terampil
Modernisasi Grid Lintas Pulau, Rektor ITPLN: Indonesia Harus Siapkan SDM Terampil.

SDM Jadi Kunci

Dalam konteks modernisasi jaringan listrik, Iwa menilai pengembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembangunan kompetensi SDM. Infrastruktur digital dan sistem kelistrikan cerdas, tegasnya, membutuhkan tenaga terampil yang mampu mengoperasikan sekaligus menjaga keandalan sistem.

Karena itu, penguasaan teknologi menjadi salah satu tantangan utama bagi perguruan tinggi dan industri. Kompetensi di bidang digitalisasi sistem tenaga, elektronika daya, penyimpanan energi, komunikasi, hingga kecerdasan buatan perlu semakin diperkuat.

Iwa menekankan bahwa Indonesia memiliki kemampuan teknologi yang dapat terus dikembangkan. Tantangannya adalah memastikan teknologi tersebut ditopang SDM yang mampu menerapkannya sesuai karakteristik sistem kelistrikan nasional.

Sementara itu, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) Daniel Karmel Fernando Tampubolon menjelaskan, Indonesia membutuhkan tambahan jaringan transmisi sekitar 48.000 kilometer sirkuit (kms) sesuai RUPTL 2025-2034. 

Pengembangan 48.000 kms transmisi tersebut, ungkapnya, menjadi bagian dari upaya PLN membangun Green Enabling Super Grid yang menghubungkan wilayah kaya sumber energi terbarukan dengan pusat-pusat permintaan listrik (demand centres). Dalam penjelasannya, Daniel mengungkapkan, tambahan transmisi mencakup Sumatera sekitar 11.155 kms, Jawa-Madura-Bali 13.889 kms, Kalimantan 9.812 kms, Sulawesi 9.019 kms, serta Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara sekitar 3.883 kms.

"Pembangunan jaringan tersebut diperlukan untuk menjembatani ketidaksesuaian antara lokasi sumber daya energi terbarukan dan pusat permintaan. Sistem transmisi yang semakin kuat memungkinkan listrik dari wilayah yang memiliki potensi energi hijau besar disalurkan ke pusat beban di berbagai wilayah Indonesia," katanya.

Selain jaringan transmisi, PLN juga mendukung percepatan program PLTS 100 GWp yang telah diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto di Jembrana, Bali, pada 25 Agustus 2026 lalu. Program PLTS 100 GWp ini akan mengombinasikan pembangkit surya dengan battery energy storage system (BESS+PV), sehingga bisa menekan biaya produksi listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Penerapan BESS+PV juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil dan memperkuat ketahanan energi nasional. Sistem penyimpanan energi tersebut dapat membantu menstabilkan jaringan listrik, meningkatkan fleksibilitas sistem, serta menjaga keandalan pasokan ketika terjadi perubahan beban.

Penguatan transmisi dan pengembangan PLTS 100 GWp menjadi bagian dari transformasi sistem kelistrikan menuju pemanfaatan energi terbarukan yang lebih besar. Melalui pembangunan jaringan lintas wilayah dan integrasi teknologi penyimpanan energi, PLN menyiapkan sistem kelistrikan yang mampu menyalurkan potensi energi terbarukan dari wilayah sumber menuju pusat-pusat kebutuhan listrik.

Berita Terkait