Doa Mahjong
Gara-gara ke Paputungan (Disway 17 September 2026: William Paputungan) saya tidak sempat mampir ke pabrik yang sangat top di Manado: pabrik minuman keras Cap Tikus
"Setiap hari saya tinggal memberi uang ibu Rp 5 juta. Dengan uang itu beliau bisa mentraktir teman-teman seusia beliau; lalu seharian penuh main Mahjong," katanyi.
"Oh..... ," kata saya sambil menahan kaget di hati.
"Saya beruntung ibu saya suka main judi Mahjong. Saya lihat ibu bahagia sekali setiap hari bisa main Mahjong dengan teman-teman beliau," katanyi polos.
Saya manggut-manggut sambil terus menahan kaget.
Zaman itu Mahjong belum seperti sekarang. Setiap selesai satu game dadu-dadu itu dikumpulkan di tengah meja: dicampur baurkan agar saat dibagi ulang bisa lebih adil. Ketika memulai pun harus menata lagi dadu sebanyak 144 buah sedemikian rupa. Makan waktu.
Meja Mahjong sekarang sudah serba otomatis: selesai satu game, dadu-dadunya masuk sendiri ke balik meja. Lalu tinggal pijit tombol untuk mendapatkan satu set dadu yang baru --yang sudah teracak oleh sistem dan sudah tersusun rapi. Kini Anda bisa main Mahjong tiga kali lipat lebih banyak dari zaman dulu.
David pun mengajari saya main Mahjong. Satu game. Belum terlalu bisa tapi sudah harus ke bandara.
Sampai di Surabaya saya bercerita bagaimana di Makassar Mahjong tumbuh pesat. Dalam tiga bulan sudah ada 10 lokasi Mahjong.
Ternyata saya telat tahu. "Di Surabaya juga sudah menjamur," ujar teman itu. Pun di kota-kota lain.
Maka setelah musim kafe, musim padel, dan musim kemarau, kini lagi musim Mahjong.(Dahlan Iskan)
Baca Juga
Berita Terkait
Doa Mahjong
Anggota Istimewa