Tekno . 19/09/2026, 23:47 WIB
fin.co.id – Pengguna platform transaksi kuota dan pembayaran digital Orderkuota diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan layanan perusahaan. Pelaku disebut menggunakan berbagai cara untuk menyebarkan kontak Customer Service (CS) palsu melalui mesin pencari hingga media sosial.
Berdasarkan temuan internal perusahaan, praktik tersebut dilakukan secara terstruktur dengan memanfaatkan informasi kontak palsu yang sengaja dibuat agar mudah ditemukan calon korban di internet.
Tim Legal Orderkuota, Aprillya, menjelaskan bahwa pihaknya perlu memberikan klarifikasi agar masyarakat dapat mengenali pola yang digunakan pelaku sekaligus menghindari kerugian.
Menurut Aprillya, salah satu modus yang banyak ditemukan adalah SEO Spam serta penyusupan konten ke situs web resmi milik instansi pemerintah, termasuk domain .go.id maupun situs desa. Pelaku memasukkan artikel yang memuat nomor WhatsApp palsu ke situs dengan reputasi tinggi sehingga konten tersebut berpeluang muncul pada hasil pencarian teratas Google.
Konten tersebut kemudian diperluas penyebarannya melalui sejumlah platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan YouTube. Pelaku menggunakan video maupun kolom komentar untuk menawarkan bantuan cepat kepada pengguna yang sedang mengalami masalah transaksi.
"Pelaku secara spesifik mengeksploitasi kepanikan dan urgensi pengguna yang sedang mengalami kendala transaksi. Narasi utama yang selalu mereka jual adalah jaminan penyelesaian instan dan layanan supercepat tanpa antrean" ujar Aprillya dalam keterangan, Sabtu, 19 September 2026.
Ketika calon korban menghubungi nomor yang diklaim sebagai CS tersebut, pelaku biasanya menyamar sebagai petugas teknis. Mereka kemudian dapat meminta sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi, proses verifikasi maupun deposit jaminan.
Tidak hanya itu, pelaku juga berupaya memperoleh informasi penting milik korban, seperti kode OTP, PIN hingga kata sandi akun.
Orderkuota menegaskan bahwa layanan Customer Service resmi perusahaan tidak menggunakan WhatsApp sebagai saluran pelayanan. Pengecualian hanya berlaku untuk pengiriman kode OTP resmi dari Orderkuota.
"Kami menegaskan bahwa segala nomor WhatsApp yang beredar di internet dan mengaku sebagai Customer Service Orderkuota dapat dipastikan seratus persen palsu dan merupakan bentuk indikasi penipuan," katanya.
Untuk mendapatkan bantuan yang sah, pengguna diminta memanfaatkan saluran resmi yang telah disediakan perusahaan.
Salah satunya melalui fitur Live Chat yang tersedia langsung di dalam aplikasi resmi Orderkuota. Selain itu, pengguna dapat mengakses kanal Telegram resmi @orderkuota melalui menu aplikasi.
Perusahaan juga menegaskan bahwa petugas CS resmi tidak akan meminta pengguna melakukan transfer biaya untuk proses saldo maupun meminta informasi rahasia berupa OTP, PIN atau kata sandi akun.
Untuk mencegah semakin banyaknya korban, Tim Legal bersama tim teknis Orderkuota melakukan pemantauan terhadap aktivitas mencurigakan di ruang digital.
Perusahaan juga secara berkala mengajukan permintaan pemblokiran serta penghapusan konten atau takedown kepada Google, YouTube, Instagram dan Facebook. Langkah tersebut ditujukan terhadap tautan maupun akun yang menggunakan nama Orderkuota secara tidak sah.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id