Ragam . 18/09/2026, 14:24 WIB
fin.co.id - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menyampaikan empati mendalam kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal KM Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Hal tersebut disampaikan Menpora Erick menyusul keputusan Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian setelah berlangsung selama 10 hari. Selama operasi, tim SAR telah melakukan penyisiran melalui jalur darat, laut, dan udara, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.
“Setelah sepuluh hari pencarian, tentu keputusan ini bukan sesuatu yang mudah bagi siapa pun, terutama bagi keluarga yang sejak awal terus menunggu kabar dan berharap orang-orang yang mereka cintai dapat kembali. Atas nama pribadi dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, saya menyampaikan doa dan empati yang sedalam-dalamnya kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal. Kami memahami bahwa sampai hari ini masih ada harapan dan doa yang terus dipanjatkan,” ujar Menpora Erick.
Menpora menegaskan bahwa penghentian operasi pencarian bukan berarti perhatian terhadap keberadaan para jurnalis dan awak kapal tersebut berhenti. Ia berharap pemantauan di wilayah perairan Selat Sunda tetap dapat memberikan peluang munculnya informasi baru yang dapat ditindaklanjuti.
“Pencarian memang dihentikan sesuai prosedur, tetapi doa dan harapan kita tidak boleh berhenti. Kita berharap pemantauan tetap dilakukan dan apabila ada informasi atau petunjuk baru, tentu dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada. Kita semua masih berharap kabar baik itu datang,” ujarnya.
Erick juga kembali menekankan pentingnya keselamatan insan pers dalam menjalankan tugas. Menurutnya, jurnalis memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi kepada masyarakat, termasuk ketika harus bekerja di tengah situasi yang memiliki risiko tinggi.
“Jurnalis menjalankan tugas penting untuk masyarakat. Mereka pergi membawa tanggung jawab untuk menghadirkan informasi kepada publik. Keselamatan mereka juga menjadi tanggung jawab dan perhatian kita bersama,” tutur Erick.
Erick juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur SAR gabungan yang selama sepuluh hari telah bekerja keras melakukan pencarian. Menurutnya, keputusan penghentian operasi perlu dihormati sebagai bagian dari pertimbangan dan prosedur operasi pencarian dan pertolongan, dengan tetap membuka ruang untuk tindak lanjut apabila ditemukan informasi atau petunjuk baru.
“Saya mengapresiasi seluruh tim SAR, TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak yang selama sepuluh hari telah berupaya mencari dan memberikan dukungan. Dedikasi dan kerja keras mereka patut kita hargai,” kata Erick.
Lima jurnalis yang hilang kontak tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka .com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Mereka bersama tiga awak kapal, yakni Warta selaku kapten, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu, dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026 saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Menpora Erick kembali menyampaikan doa agar keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi situasi tersebut.
“Semoga Allah memberikan kekuatan kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal. Kita semua masih berharap ada kabar baik dan petunjuk yang dapat membawa mereka kembali kepada keluarga,” pungkas Erick.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id